Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang kredit fiktif Bank BRI Unit Panglima Sudirman, Jombang. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang perkara kredit fiktif unit Bank BRI Cabang Panglima Sudirman, Jombang dengan dua terdakwa yakni, Wendy Yoga Pratama selaku Mantri BRI unit Panglima Sudirman, Jombang dan karyawan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muslimat, Jombang, Erni Ernawati (perkara terpisah) selaku debitur dan juga sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Sidang dengan agenda tuntutan yang digelar diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dijalan raya Juanda, Sidoarjo di Ketuai oleh Majelis Hakim I Wayan Sosiawan pada hari Senin (8/10/2018).

Dalam pembacaan tuntutannya, Jaksa Pununtut Umum (JPU) Kejari jombang, Yoga Adhyatma SH menyatakan, bahwa terdakwa Wendy Yoga Pratama dan Erni Ernawati terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi. Perbuatan terdakwa telah melanggar tindak pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Dengan ini menyatakan menuntut terdakwa Erni ernawati dengan hukuman Sepuluh (10) tahun penjara denda Satu (1) miliard subsider 6 bulan dan menyita hasil korupsi untuk mengembalikan kerugian negara, bila tidak ada maka hukumannya di tambah Lima (5) tahun penjara. Sedangkan terdakwa Wendy Yoga Pratama di tuntut hukuman Tujuh (7) tahun penjara denda Lima Ratus (Rp500) juta subsider Tiga bulan.

"Terdakwa Erni Ernawati dituntut 10 tahun penjara denda 1 miliard sunsider 6 bulan. Sedangkan, terdakwa Wendy Yoga Pratama di tuntut 7 tahun penjara denda 250 juta sunsider 3 bulan,"ucap, JPU Yoga Adhyatma SH pada hari Senin (8/10/2018).

Sementara tim Penasehat Hukum terdakwa Wendy Yoga Pratama yakni,
Kholil Askohar ST. SH saat ditemui memojatim usai persidangan menyampaikan, keberatan atas tuntutan Jaksa. Menurutnya, secara Fakta dakwaan Jaksa tidak cermat dan timbang pilih. Dari 2015 sebenarnya secara nyata yang berbuat dan ikut bertanggung jawab banyak. Seperti yang telah disampaikan pada sidang sebelumnya. 

Selain itu masih kata Kholil Askohar, JPU juga mengabaikan perintah Majelis Hakim untuk menghadirkan rekan - rekan terdakwa Wendy yang diduga kuat ikut meloloskan permohonan kredit fiktif Bank BRI Unit Panglima Sudirman, Jombang Jawa Timur seperti yang disampaikan pada sidang - sidang sebelumnya bahwa rekan terdakwa yang ikut memproses dan meloloskan kredit fiktif itu sebagai berikut, Wendy Yoga Pratama (terdakwa), Dedy Setyadi A, Jodik Ariyanto, Septarini M, Joko Prasetyo, M Aris selaku Pejabat Pemrakarsa Kredit dan M Akbar Salaman, M Mas'ud, Luluk Rahmawati, Muchlisin, Hari Surya Kelana, Hinawan Dwi L selaku Pejabat Pemutus Kredit.

"Penasehat Hukum keberatan atas tuntutan JPU. pada sidang berikutnya dengan agenda pledoi kami akan paparkan semua, karena ada rekan terdakwa yang ikut meloloskan kredit fiktif itu, bahkan nilainya lebih besar," tegas, Kholil askohar yang akrap disapa Alex.

Dalam prosesnya kredit fiktif Bank BRI diduga ada keterlibatan puluhan pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Panglima Sudirman, Jombang. Namun hingga kini hanya dua yang menjadi tersangka.

Sekedar diketahui kasus kredit fiktif Bank BRI Unit Panglima Sudirman, Jombang ini terjadi bermula pada terdakwa tahun 2014 - 2017 terdakwa Erni Ernawati 
karyawan Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang bagian Apotik mengajukan permohonan kredit ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) namun dalam prosesnya terdakwa merekayasa data pemohon sehingga merugikan uang negara sebesar Rp7.205.000.000 (tujuh miliar dua ratus lima juta rupiah). @rief

Posting Komentar