Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa saat mendengarkan putusan diruang Sari PN Tipikor Surabaya. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang dengan perkara tindak pidana korupsi dengan membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) fiktif Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur yang menyeret Sutrisno selaku kepala desa oleh Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di vonis empat tahun penjara. Sidang yang digelar diruang Sari lantai II Pengadilan Negeri Tipikor dipimpin oleh Ketua Majelelis Hakim Cokorda Gede SH. MH. pada hari Rabu (24/10/2018) pagi.

Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede SH. MH., saat menyampaikan putusannya bahwa, terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai fakta persidangan terdakwa dengan sengaja memalsukan sejumlah kuitansi dan mark up harga material dalam pembangunan proyek gorong-gorong dan saluran irigasi pada tahun 2015-2016 sehingga ada nilai kerugian negara sebesar Rp 167 juta. Dengan ini terdakwa diputus 4 tahun penjara denda 
Rp 200 juta subsidair 4 bulan, dengan memerintahkan bagi terdakwa untuk menyerahkan uang pengganti sebesar Rp167.228.650 juta rupiah subsider 3 bulan.

"Memutus saudara terdakwa dengan 4 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 4 bulan, dengan uang penggati Rp167.228.650 juta rupiah subsider 3 bulan," tegas, Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede SH. MH., dalam persidangan.

Putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan yang menuntut terdakwa dengan tuntutan 6 tahun penjara pada sidang sebelumnya.

Sementara menanggapi putusan tersebut terdakwa dan tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyatakan masih pikir - pikir. "Saya pikir - pikir Majelis Hakim," ucap, terdakwa Sutrisno. (Arief)

Posting Komentar