Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Dugaan perkara tindak pidana korupsi dana hibah bantuan sapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ngawi menghadirkan saksi ahli untuk memperjelas berapa kerugian uang negara yang nenyeret Kepala Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Suharyana.

Dalam persidangan yang digelar diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Selasa (16/10/2018) dari keterangan saksi ahli Badan Pengelolahan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur mengungkapkan, adanya kerugian uang negara sebesar Rp 167 juta atas dugaan korupsi dana hibah bantuan sapi untuk Kelompok Tani (Poktan) Desa Hargosari.

"Dalam dakwaan terdakwa terancam pasal 2 dan pasal 3 undang - undang tindak pidana korupsi. Tapi untuk saat ini masih pembuktian dulu, dan selanjutnya baru ke tuntutan,"terang, Jaksa Penuntut Umum Kejari Ngawi, Deni SH pada memojatim usai persidangan.

Dugaan perkara tindak pidana korupsi dana hibah bantuan sapi Pemprov Jatim senilai Rp 200 terungkap setelah dicairkan ke rekening masing masing kelompok. Terdapat dua kelompok tani yang mendapatkan bantuan hibah tersebut. Namun, oleh terdakwa dipangkas anggaran yang seharusnya diterima penuh oleh penerima hibah hanya menerima sekitar Rp 100 juta rupiah untuk 2 kelompok, jadi masing - masing menerima Rp 50 jutaan. @rief

Posting Komentar