Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : empat pelaku saat dipamerkan oleh petugas. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Masyarakat bisa bernafas lega dengan diringkusnya komplotan jambret di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Gerombolan jambret dan pemerasan ini berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo karena kerap melakukan aksinya dikawasan Museum MPU Tantular Buduran Sidoarjo.

Ada empat pelaku komplotan penjabret yang behasil diringkus oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo dan dipamerkan saat rillis pada hari Jumat (12/10/2018) di halaman Mapolresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji melalui Kasat Reskrim Kompol Moch Harris pada media menyampaikan, pihaknya menindak lanjuti laporan dari masyarakat bahwa kawasan tersebut kerap terjadi perampasan dan pemerasan.

"Ketiga korban mulanya dimintai uang oleh RS dan gerombolannya. Kemudian AR memukul salah satu korban, lalu AZ bagian meminta paksa ponsel korban diserahkan," terang, Kasatrekrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris pada hari Jumat (12/10/2018).

Masih lanjut Harris, Keempat pelaku yakni, Rido Saputro (22) pemuda asal Candi, Givril Fandan (20) pemuda asal Gedangan, AR (17) pemuda asal Gedangan, Ahmad Zailani (21) pemuda asal Candi, dan Moch Azhar (20) pemuda asal Candi. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 3 ponsel diduga hasil rampasan milik korban AV (15) pelajar asal Sukodono, R A (15) pelajar asal Candi dan ponsel milik FS (16) pelajar asal Sukodono, saat berfoto selfi di dekat Museum Mpu Tantular Buduran Kab. Sidoarjo. 

"Dalam melakukan aksinya, pelaku tak segan-segan melakukan ancama maupun kekerasan. Uang hasil penjualan barang rampasan, dibuat para pelaku untuk nongkrong dan lain sebagainya," terangnya.

Mirisnya, dari ke empat pelaku satu masih dibawa umur. Jadi kita buat terpisah berkasnya atau (splitzing)

"Ada satu pelaku masih berusia di bawah umur, yakni AR. Untuk kasus hukumnya, berkasnya terpisah (splitzing)."tegasnya.

Kini atas perbuatanya pelaku yakni RS, GF, AZ, M.Zi dan AR, berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHP diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 
9 (sembilan) tahun penjara. @rief

Posting Komentar