Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kasi Pelayanan Tahanan, Achmad Nuri Duka (baju kuning) mendampingi saat pembinaan. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng Surabaya, Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo Jawa Timur terus berbenah. Pasalnya, Blok anak yang sebelumnya terkesan tidak terawat dan jauh dari pengawasan kini draktis berubah. Rutan Kelas I Medaeng Surabaya kini setiap hari diadakan kegiatan, kegiatan positif itu  berupa keterampilan tangan juga ada bimbingan rohani serta mengaji.

Untuk mencapai hal tersebut, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng Surabaya menggandeng pihak ke tiga yakni, Pondok Pesantren (Ponpes) Az Zahro Krian Sidoarjo dan Lembaga Dakwa Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur. Seperti pada hari Sabtu (6/10/2018) malam, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) anak Rutan Kelas I Medaeng sangat antusias mengikuti setiap bimbingan yang disampaikan oleh Ustad Mujib  dari Ponpes Az Zahro Krian, Sidoarjo puluhan warga binaan anak itu nampak khimad mendengarkan tausiah hingga kegiatan selesai.

Kepala Rutan Kelas I Medaeng Surabaya, Teguh Pamuji melalui Kasi Pelayanan Tahanan Achmad Nuri Duka menyampaikan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya pembinaan dari Rutan Kelas I Medaeng Surabaya dengan tujuan anak - anak binaan bisa menjadi lebih baik setelah dari sini.

"kita ingin anak - anak itu selepas dari penjara akan jadi lebih baik, karena mereka penerus bangsa,"tutur, Kasi Pelayanan Tahanan, Achmad Nuri Duka pada memojatim hari Minggu (7/10/2018) malam.

Selain itu, saat bimbingan spiritual oleh Ustad Shaiku dari Lembaga Nahdatul Ulama (NU) juga diwarnai pembagian ratusan Songkok atau Kopyah pada anak WBP. Hal tersebut juga sebagai wujud perhatian Rutan Kelas I Medaeng Surabaya pada WBP bahwa, rumah tahanan itu bukan hanya tempat menjalani hukuman. Tetapi juga tempat menimba ilmu dan meningkatkan ketaqwaan pada tuhan yang maha esa.

"Kedepan kita akan rubah Blok anak ini menjadi kamar santri,"tutup, Kasi Pelayanan Tahanan yang akrap disapa Duka itu. (Arief)

Posting Komentar