Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa Erni Ernawati (Dibitur/pemohon) dan Wendy Yoga Pratama selaku Mantri BRI unit Panglima Sudirman, Jombang. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa dalam kasus perkara kredit fiktif Briguna Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Panglima Sudirman Cabang Jombang Jawa Timur. Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, jalan raya Juanda Sidoarjo kembali digelar. Agenda sidang putusan yang digelar diruang Sari pada hari Senin (29/10/2018) tersebut, Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan menyebutkan, untuk terdakwa Wendy Yoga Pratama selaku Mantri Bank BRI. Mempertimbangkan, hal yang meringankan terdakwa tidak terbukti ikut serta menikmati uang korupsi dari hasil kredit fiktif, selain itu terdakwa juga mempunyai tanggungan anak dan istri. 

Hal yang memberatkan terdakwa Wendy Yoga Pratama selaku Mantri Bank BRI Unit Panglima Sudirman Cabang Jombang, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kelalean dengan tidak melakukan kroscek data permohonan dibitur sesuai Standar Opersional Prosedur (SOP) sehingga menyebabkan adanya kerugian uang negara miliaran rupiah, dengan ini memutuskan terdakwa menghukum terdakwa dengan 5 tahun penjara denda 5 (lima) ratus ribu rupiah subsider 3 bulan.

Sedangkan Erni Ernawati selaku pemohon/Dibitur kredit fiktif Briguna Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Panglima Sudirman Cabang Jombang. Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan menilai, terdakwa secara sengaja dan berulang-berulang telah melakukan pemalsuan data atau identitas untuk permohonan kredit fiktif Briguna Bank BRI Unit Panglima Sudirman, Jombang sejak tahun 2014 - 2017. 

Selain itu terdakwa Erni Ernawati yang bekerja sebagai karyawan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muslimat Jombang bagian Apotik dalam proses mengajukan permohonan kredit ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) terdakwa dengan sengaja merekayasa data pemohon sehingga merugikan uang negara sebesar Rp7.205.000.000 (tujuh miliar dua ratus lima juta rupiah), Perbuatan terdakwa telah melanggar tindak pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Memutuskan terdakwa dihukum 12 tahun penjara denda 1 (satu) miliar subsider 6 bulan selain itu terdakawa juga diharuskan mengembalikan kerugian uang negara senilai 5 (lima) miliar dan memerintahkan JPU menyita semua aset-aset terdakwa, apabila tidak ada maka hukuman ditambah 5 (lima) tahun penjara.

"Terdakwa Erni Ernawati dihukum 12 tahun penjara denda 1 miliar susider 6 bulan, dan harus menyerahkan uang penggati kerugian negara senilai 5 miliar dan disita semua aset, bila tidak ada maka ditambah 5 tahun penjara," tegas, Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan.

Selain itu Ketua Majelis Hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Jawa Timur untuk menetapkan saksi - saksi pejabat Bank Rayat Indonesia (BRI) Unit Panglima Sudirman Cabang Jombang yang dinilai terlibat dan ikut serta memproses kredit fiktif Briguna BRI sejak tahun 2014 - 2017 itu menjadi tersangka guna memenuhi ajas keadilan.

Menanggapi putusan yang dibacakan Hakim Ketua dan perintah Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jombang, Yoga Adhyatma SH menyatakan, akan mempelajari dulu rekapan hasil putusan tersebut. " kami akan pelajari dulu rekapan hasil putusan. Untuk putusan kami masih pikir - pikir," ungkap, Jaksa yang akrap disapa Adit itu pada memojatim usai persidangan. (Arief)

Posting Komentar