Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha. (Imanudin,memo)

Blitar-Memo. Satuan Reserse Kriminal Tindak Pidana Korupsi (Satreskrim Tipikor) Polres Blitar menetapkan tersangka terhadap anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar pada hari Sabtu (6/10/2018). Pasalnya, Edi Nurhidayat telah ditetapkan tersangka oleh Polres Blitar atas dugaan penyelewengan dana revatilisasi Pasar Tumpang Blitar. 

Komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar, Edi Nurhidayat diduga telah melakukan mark'up anggaran Bantuan Sosial (Bansos) dalam rencana pembangunan Dua Puluh kios, Dua los dan Dua Toilet Pasar Tumpang pada anggaran tahun 2015 silam. Dugaan pelewengan anggaran tersebut dipastikan setelah ada hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur dan ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp 233 juta.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha saat dikonfirmasi oleh memojatim melalui WhatsApp nya menyampaikan, pihaknya masih melengkapi berkasnya untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor. Untuk saat ini hanya Edi Nurhidayat yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Masih belum ada tersangka baru,"terang, mantan Kapolres Bangkalan Madura itu pada hari Selasa (9/10/2018).

Sementara Kasat Reskrim AKP Refaldy Hangga Putra menambahkan, tersangka Edi Nurhidayat walau sudah berstatus tersangka petugas tidak melakukan penahanan.

"Benar ekarang masih melengkapi dokumennya. Untuk Saudara E ini tidak kami tahan karena setelah melalui beberapa pertimbangan. Salah satunya, kooperatif saat diperiksa," tuturnya.

Masih lanjut Refaldy, sebelumnya petugas menyita sejumlah dokumen dan berkas serta menyegel Kantor Koperasi Al Hikmah. "Kemungkinan ada penambahan tersangka, tapi yang penting kita lengkapi dulu berkasnya,"pungkasnya.

Sampai saat ini penyidik masih terus mengembangkan kasus dugaan penyimpangan dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun anggara 2015 yang merugikan uang negara ratusan juta tersebut. (im/rif)

Posting Komentar