Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Rutan Kelas I Medaeng Surabaya Istighosah bersama anak yatim piatu. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sebagai puncak pelaksanaan peringatan Hari Dharma Karyadhika (DKHD) Kementrian Hukum dan Ham ke 73 Tahun 2018, kembali Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng Surabaya, Kecamatan Waru, Sidoarjo Jawa Timur melaksanakan istighosah pada hari Jumat (26/10/2018) pagi.

Istighosah bersama ribuan WBP dan puluhan Anak Yatim Piatu dari Yayasan Panti Asuhan Khusnul Yaqin ini nampak istimewah karena turut hadir pula dalam peringatan ini Ustat K. H. Khodim atau yang akrap disapa Kyai Pocong selaku pemberi tauziah dan memimpin doa.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Medaeng Surabaya, Teguh Pamuji melalui Kasi Pembinaan Tahanan, Achmad Nuri Duka menyampaikan, pelaksanaan "Istghosah dan Pemberian Santunan Anak Yatim Piatu" ini adalah puncak rangkaian peringatan HDKD ke 73 tahun 2018 yang juga wujud puji syukur pada tuhan yang maha esa atas pencapaian Rutan Kelas I Medaeng Surabaya selama ini. Sehingga bisa tercapai perubahan yakni, pelayanan dan pembinaan yang prima.

"Alhamdulillah patut disyukuri atas pencapaian selama ini di Rutan Medaeng. Selain merubah karakter WBP juga kini akan di lounching Blok Anak menjadi Kamar Santri,"tutur, Kasi Pembinaan Tahanan Achmad Nuri Duka pada memojatim hari Sabtu (27/10/2018).

Masih kata Duka, Istighosah bersama ini juga menampilkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) anak dengan menyuguhkan hadrah.

"Penampilan hadrah oleh napi anak dan ditutup oleh pengajian dipimpin oleh K. H. Khodim,"terang, Duka.

Rangkaian ini juga sebagai wujud puji syukur Rutan Kelas I Medaeng Surabaya dalam mengemban tugas sebagai lembaga pemasyarakatan terbesar selain Rutan Kelas I Porong Sidoarjo di Jawa Timur. Telah banyak dilakukan oleh Rutan Kelas I Medaeng Surabaya, hal tersebut terbukti dengan adanya perubahan mulai dari mengubah karakter Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pelayanan di Rutan Kelas I Medaeng Surabaya sendiri. (Arief)

Posting Komentar