Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur saat pimpin pelepasan satwa. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh pada 5 November 2018 besok. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur lepas 210 ekor satwa liar jenis burung.

Kegiatan pelepasliaran satwa ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melaksanakan pengelolaan insitu dalam kerangka road map pengelolaan species.

170 ekor dikembalikan ke Balikpapan Kalimantan Timur yang terdiri dari 50 ekor murai batu,109 ekor cucak hijau dan 11 ekor cucak jenggot. Sedangkan 40 ekor yang terdiri dari 20 ekor murai batu, dan 20 ekor cucak hijau dikembalikan ke Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Dr. Nandang Prihadi, burung-burung ini merupakan hasil sitaan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan akan dijual atau dipasarkan ke wilayah Jawa.

"Status ini hasil dari operasi penertiban oleh rekan-rekan di lapangan terutama di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak yang sering dijadikan tempat penyelundupan satwa liar," terang, Nandang pada media pada hari Jumat (12/10/2018).

Masih lanjut Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur menuturkan, pelepasan satwa liar ini hasil giat bersama antara beberapa instansi dalam melaksanakan pengawasan terhadap peredaran satwa khususnya burung yang berasal dari alam di wilayah kerja Balai Besar KSDA Jawa Timur. Dari jumlah 210 ekor ada 
170 ekor dikembalikan ke Balikpapan Kalimantan Timur yang terdiri dari 50 ekor murai batu,109 ekor cucak hijau dan 11 ekor cucak jenggot. Sedangkan 40 ekor yang terdiri dari 20 ekor murai batu, dan 20 ekor cucak hijau dikembalikan ke Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

"Selama ini burung-burung ini kita titipkan di TSI Prigen Pasuruan. Disana kita lakukan perawatan dan kini kita akan lepas kembali ke habitat asal,"ungkap, Nandang.

Proses pelepasliaran di habitat asal ini telah melalui prosedur pelepasliaran satwa yang diantaranya adalah pengecekan kesehatan satwa, kemurnian jenis, penentuan lokasi, rehabilitasi dan habituasi satwa serta langkah-langkah teknis lainnya sesuai standart IUCN. @rief

Posting Komentar