Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Heni pamerkan karyawan Pitrat Bu Mamik (bertopeng). (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Pijat Tradisional (Pitrat) Bu Mamik yang di kawasan Ruko RMI jalan Barata Jaya 59 Blok B-16 Surabaya digerebek Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya pada hari Rabu (19/9/2018). Dalam penggerebekan tersebut petugas menemukan kondom (alat pengaman sex), tisu basah, dan Lotion serta 17 karayawan sebagai tenaga terapis.

Pitrat Bu Mamik diketahui sudah puluhan tahun menjalankan bisnis lendir dengan berkedok Pijat Tradisional. Namun, dalam prakteknya juga melayani penyalur syahwat dengan tarif tertentu.

Dari pantauan akuratnews yang berhasil dihimpun, Pitrat Bu Mamik dalam menjalankan aksinya memasang tarif kisaran 100 sampai 500 ribu setiap transaksi yang sukses. Sampai petugas mengamankan seorang perempuan berinisial KA (59) selaku pemilik juga pengelolah.

"Kami menetapkan satu tersangka berinisial KA warga Surabaya,"terang, AKP Ruth Heni pada media.

Lebih jauh AKP Ruth Heni memaparkan, saat penggerebekan, dari 17 karyawan ada tiga yang sedang melayani tamu dan melakukan hubungan layaknya suami istri. 

Sedangkan tersangka perempuan berpenampilan menor tersebut, dihadapan petugas mengaku tidak mengetahui selama ini anak buahnya melakukan layanan esek-esek.

"Saya tidak mengerti, kalau anak buah saya melayani seksual. Tahunya saat digerebek,"dalihnya.

Sekedar diketahui tempat usaha bisnis lendir atau tempat penyalur syahwat yang dibungkus menjadi Pijat Tradisional (Pitrat) bukan hanya di Ruko RMI jalan Barata Jaya saja diwilayah Surabaya. 
Ratusan tempat esek-esek banyak didapat disetiap sudut Kota Surabaya, seperti salah satu contoh disamping Gedung Wanita jalan Kali Bokor Surabay, Simponi di jalan Tunjungan, Ruko jl Mustika Ngagle, Putat Jaya, Dharmawangsa.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan petugas berupa Kondom, Tisu basah, Lotion, dan uang cas sebesar 1. 400 juta serta buku pengunjung (tamu). Kini tersangka bakal dijerat Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 dan 506 KUHP.  (Rif)

Posting Komentar