Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : pelantikan 12 Bupati dan Wali Kota se Jawa Timur. (Istimewa)

Surabaya-Memo. Bupati Tulungagung Terpilih, Syari Mulyo tidak menghadiri acara pelantikan Bupati dan Wali Kota Jawa Timur yang di gelar di gedung Grahadi  Surabaya pada hari Senin (24/9/2018) pagi. Pelantikan 13 Kepala Daerah terpilih se Jawa Timur tersebut hanya dihadiri 12 Kepala Daerah. Sementara Bupati Tulungagung, Syari Mulyo tidak hadir lantaran tersandung kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di wilayah Tulungagung yang kini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gubenur Jawa Timur, Soekarwo saat ditemui media menyampaikan, Bupati Tulungagung akan dilantik secara khusus di Kemendagri pada hari Selasa (25/9/2018) besok. Selain itu pihak KPK juga tidak mengijinkan Bupati Tulungagung periode 2013 - 2018 itu untuk dilantik di Surabaya.

"Dia (Syari Mulyo) akan dilantik di Jakarta pukul 14:00 wib besok di Depdagri,"terang, Gubenur Jawa Timur yang akrab disapa Pak De usai pelantikan.

Pak De Karwo menambahkan, tidak bisanya dilantiknya Bupati Tulungagung ke Surabaya dikarenakan tidak adanya anggaran. Selain itu tidak ada undang - undang yang mengatur akan harusnya hal tersebut, serta faktor pengamanan.

"Surat sudah saya buat namun tidak bisa ke Surabaya tapi di Jakarta dan pinjam tempat di Depdagri. Setelah pelantikan dikirim kembali ke tahanan,"ungkapnya.

Sekedar dikatahui Bupati Tulungagung, Syari Mulyo terseret masalah korupsi bersamaan dengan Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar yang kini berstatus tersangka dan sedang penanganan KPK terkait dugaan penerimaan fee atau hadiah atas pengadaan barang dan sejumlah proyek di wilayah masing - masing. Sedangkan dalam kontruksi perkaranya, keduanya terlibat dalam perkara yang berbeda. Namun, satu terduga pemberi hadiah atau fee dari pihak swasta yakni, Susilo Prabowo. (Al/rf)

Posting Komentar