Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : ke lima saksi yang dihadirkan JPU Kejaksaan Negeri Gresik di ruang Candra PN Tipikor. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang dugaan korupsi Anggara Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2016 yang menyeret Kepala Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Saudji ke kursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di jalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Senin (20/8/2018) tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik hadirkan lima orang perangkat desa Sembayat sebagai saksi.

Dalam keterangan kelima saksi masing - masing hampir keseluruhan menyudutkan terdakwa. Persidangan dengan agenda saksi tersebut bahwa, setiap proses kegiatan yang menyangkut keuangan baik itu pengambilan uang dan pencairan serta kegunaan, perangkat desa selalu tidak dilibatkan.

"saya tidak tau pak, yang saya tau hanya pencairan yang pertama. Untuk pencairan yang kedua itu pak Kades (Saudji) yang tau,"terang, Lilik Rosalinda selaku Bendahara Desa Sembayat (saksi) saat memberikan kesaksianya di ruang sidang Candra Tipikor.

Namun, dalam persidangan terdakwa Saudji membantah semua keterangan saksi. Bahwa dirinya tidak pernah melibatkan perangkat atau bawahannya dalam pelaksanaan pembangunan desa tersebut.

"Keterangan saksi tidak benar pak hakim, sejak awal saya selalu koordinasikan namun tidak pernah selesai. Jadi dibuat seolah - olah dipasrahkan ke saya,"dalih, Suadji saat menyampaikan sanggahanya dihadapan Ketua Majelis Hakim Rochmad SH.

Tim JPU Kejari Gresik menghadirkan 5 perangkat desa Sembayat, sebagai saksi yakni, Wahid (Sekdes), Lilik Rosalinda (Bendahara), Dini (Staf), Mukli (Kasun), Aris Yulianto (Staf/Ketua Tim).

Sekedar diketahui, kasus yang menjerat Saudji atas dugaan penyelewengan Dana Desa yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) 2016. Ada 4 proyek pembangunan fasilitas umum senilai Rp 393 juta. Kemudian dalam laporannya diduga bermasalah.

Antara lain pembangunan pagar makam umum senilai Rp 41 juta, saluran air di RT VIII RW XII senilai Rp 200 juta, saluran air perkampungan RT I, RW II senilai Rp 25 juta, saluran air perkampungan RT V hingga RT VIII senilai Rp 27 juta dan saluran air pasar senilai Rp 100 juta. (rif)

Posting Komentar