Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kepala Desa Segoromadu, Samsul Hadi saat digelandang ke Mapolres Gresik. (Saiful Ikbal,memo)

Gresik,-Memo. Diduga selewengkan Dana Desa (DD) Kepala Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik, Samsul Hadi (49) di tahan Polres Gresik pada hari Kamis (16/8/2018). Penahanan itu dilakukan setelah dilakukan  penyelidikan dan terdapat sejumlah barang bukti (BB).


Dari hasil pemeriksaannya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik menemukan ada mark up dalam pelasanaan pekerjaan di sejumlah proyek. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro pada media saat menggelar konfrensi pers dihalaman Mapolres Gresik.

Penetapan tersangka pada Samsul Hadi karena terbukti melakukan penyelewengan dana desa (DD) tahun 2017 dengan nilai kerugian negara sebesar sekitar Rp. 244 juta.

"Sejumlah bukti-bukti telah kita sita diantaranya, buku rekening tabungan Bank Jatim atas nama Pemdes Segoromadu, buku kas umum desa, bukti catatan kas masuk dan keluar, serta laporan penggunaan dana desa tahun 2017,"ungkap, Kapolres Gresik pada memojatim.

Masih lanjut Kapolres, modus tersangka agar memperlancar aksinya tidak membentuk panitia. Sehingga ada mark up dalam pembelian material 

"Tersangka hanya menunjuk orang lain secara lisan untuk mengerjakan 11 proyek dan laporan pertanggungjawaban anggaran dibuat tersangka sendiri, tapi isinya fiktif,"terangnya.

Akibat perbuatannya Kepala Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas Gresik, Samsul Hadi bakal menikmati pengabnya hotel prodeo jeruji besi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Serta terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), tahun 1999 dan atau Pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun kurungan penjara dan denda minimal 50 juta, maksimal 200 juta hingga 1 miliar. (si/rf)

Posting Komentar