Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli saat persidangan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa dalam kasus gratifikasi eks Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko pada hari Selasa (14/8/2018) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di jalan raya Juanda, Sidoarjo Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan saksi Inna Silestyowati (terdakwa) dan saksi Samijan (suami Inna) untuk memberikan keterangan.

Pertanyaan Jaksa Penuntut Umum KPK, Wawan Yunarwanto dalam persidangan seputar pemberian uang oleh terdakwa Inna ke mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko semua dibantah. Mantan politisi Partai Golongan Karya ini menyatakan, bahwa pemberian uang itu hanya untuk membantu kegiatan dirinya selama menjabat sebagai Bupati.

"saya tidak pernah. Samijan pernah memberikan uang sebesar Rp. 200 untuk membantu kegiatan,"ucap, terdakwa eks Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dalam persidangan saat ditanya tim JPU KPK.

Sementara JPU KPK, Wawan Yunarwanto di konfirmasi usai persidangan terakit terdakwa Nyono yang tidak mengakui atas pemberian uang suap Kapitasi itu, mengatakan, itu hal terdakwa. Namun, semua fakta - fakta dalam persidangan akan menjadi pertimbangan tim JPU KPK dalam agenda sidang yang akan datang.

"Tuntutan Selasa depan 21 agustus 2018."singkatnya.

Pada sidang sebelumnya, saat sidang terdakwa Inna Silestyowati dengan saksi terdakwa Nyono Suharli Wihandoko dan saksi Samijan (suami Inna Silestyiwati) masing-masing terdakwa membenarkan bahwa ada beberapa kali pemberian uang ratusan juta terhitung sejak bulan Desember 2016 hingga Pebruari 2018 dengan nilai total Rp 1.155 miliar kepada terdakwa Nyono Suharli Wihandoko. (Rif) 

Posting Komentar