Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : 5 orang saksi saat dihadirkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dan JPU KPK Wawan Yunarwanto. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan dalam kasus suap terhadap eks Bupati Jombang Jawa Timur, Nyono Suharly Wihandoko, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menghadirkan 5 orang saksi yang digelar diruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Jumat (6/7).

Sidang digelar sejak pukul 16:30 wib. Sore diruang Candra. Nampak, dari keluarga politisi partai Golongan Karya (Golkar) Jombang, Nyono Suharly Wihandoko memenuhi ruang sidang untuk mengikuti jalannya persidangan.

Kelima saksi yang dihadiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebagai berikut, (Plt) Dinkes, Inna Silestyanti, Samijan (suami Inna), Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Puji Umbaran, Ajudan Bupati, Misbakul Munir, Ajudan Bupati, Makruf Ropi"i. Sebelum dimintai keterangan, kelima saksi di sumpah terlebih dahulu sesuai agama masing-masing. 

Pertanyaan tim Jaksa Penuntut Umum KPK dalam persidangan lebih fokus ke proses pada pemberian uang dari terdakwa (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, Inna Silestyanti ke terdakwa Nyono Suharly Wihandoko.

Dari kesaksian Anne Silestyanti, salah satunya mengatakan, bahwa pada tahun 2017 lalu dirinya dan suaminya Samijan berkunjung ke rumah Bupati, Nyono Suharly Wihandoko dengan tujuan untuk menjadi Kepala Dinas, dan Nyono mengiyakan tapi ada syaratnya. Sayaratnya dengan memberikan sejumlah uang sebesar Rp 350 juta.

"Menjadi Kepala Dinas mahal, terus Anne tanyak. Berapa pak mahalnya?,"terang, Anne dalam kesaksianya dihadapan Ketua Majelis Hakim, H. R. Unggul pada hari Jumat (6/7).

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto saat dikonfirmasi terkait menghadirkan 5 saksi dalam persidangan kali ini menyampaikan, kami akan mengungkap sidang dakwaan kita. Pemberian-pemberian dari terdakwa Inna ke Bupati Jombang. Dalam sidang dakwaan pemberian uang suap tersebut ada dua faktor, yang pertama mengenai jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan yang kedua terkait perijinan rumah sakit.

"Kita akan mengungkap suatu sidang dakwaan kita, pemberian-pemberian dari Inna Silestyanti ke Bupati Jombang," terang, JPU KPK Wawan Yunarwanto pada memojatim pada saat jam istirahat dalam persidangan.

Lebih jauh Wawan Yunarwanto mengungkapkan, total uang pemberian dari Inna Silestyanti kepada Bupati Jombang Nyono Suharly Wihandoko sebesar Rp. 1.155 miliar untuk pengurusan ijin dan untuk jabatan.

"Jadi Inna ini ingin menjadi Kabid di Dinas Kesehatan,"terangnya.

Disinggung langkah apa yang akan disiapkan KPK dalam sidang berikutnya Wawan Yunarwanto menuturkan, pihaknya akan mempersiapkan saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara ini, untuk memperkuat dakwaan disidang akan datang.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum KPK, Wawan Yunarwanto saat membacakan dakwaannya menyampaikan, terdakwa Nyono Suharly Wihandoko didakwa melanggar pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Selain itu Bupati Jombang itu juga didakwa melanggar Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undan-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP, dengan ancaman 20 tahun penjara. (rif)

Posting Komentar