Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Diduga melakukan penyelewengan dana APBDes 2016 Kepala Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Aris dilaporkan oleh anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Pesawahan ke penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Sidparjo.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris bahwa anggotanya unit penyidik Tindak Pidana Korupsi telah memeriksa Kades Pesawahan, Aris dan Purwanto sebagai (Pelaksana) sebagai saksi dalam kasus proyek tersebut. Bahkan, per tanggal 10 Juli 2018 lalu, status keduanya sudah dinaikkan oleh penyidik menjadi tersangka. Sebagai mana hal tersebut diketahui dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomer : B/660/IV/2018/Sat reskrim tanggal 23 April 2018.

Namun saat dikonfirmasi oleh media terkait penahanan, Kasat Reskrim Kompol Muhammad Harris menjawab, "nanti akan kita rillis."singkatnya, melalui pesan WhatsApp hari Jumat (27/7).

Terpisah Penasehat Hukum (PH) Kades Pesawahan, Mursyid Mudiantoro dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa proyek  tersebut dananya sudah dianggarkan dalam APBDes dan pengadaannya sudah melewati proses pelelangan ke pihak ketiga. "Proyek ini pengadaan tahun 2016, jadi sudah lama berlansung," terang Mursyid pada media.

Mursyid menambahkan, harusnya pekerjaan yang sudah selesai dan diserahkan ini oleh Pemkab Sidoarjo. Inspektorat Sidoarjo yang berwenang melakukan audit, agar nantinya diketahui kerugian maupun kelebihan anggaran yang ada. Selanjutnya, hasil audit Inspektorat dilaporkan ke pihak pelaksana. 

"Jadi harus ada pengawasan administrasi, bukan tiba-tiba dilaporkan, terus polisi melakukan penyelidikan seperti ini," pungkasnya. (al/rf)

Posting Komentar