Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : eks Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati saat diruang sidang. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Eks (mantan) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jombang Jawa Timur, Inna Silestyowati hanya tertunduk saat mendengarkan amar putusan yang dibaca oleh Ketua Majelis Hakim H.R. Unggul pada saat meminpin persidangan dengan agenda sidang putusan tersebut. 

Sidang yang digelar diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, di jalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Selasa (3/7). Ketua Majelis Hakim H.R. Unggul saat membacakan putusan menyampaikan, terdakwa Inna Silestyowati terbukti
menerima himpunan dana dari 34 Puskesmas se-Jombang, yang masing-masing dipotong sebanyak 7 persen. Dalam pembagiannya yakni, 5 persen untuk Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, 1 persen untuk terdakwa selaku (Plt) Dinkes Jombang, dan 1 persen untuk Paguyuban Pukesmas se- Jombang. Serta memutus terdakwa di hukum 2.6 tahun kurungan penjara dengan diwajibkan membayar denda sebesar 50 juta rupiah.

"Menimbang terdakwa telah mengakui perbuatnya dan telah mengembalikan Tindak Pidana Korupsinya, serta mempunyai ketanggungan keluarga. Maka, PN Tipikor memutuskan hukuman 2.6 tahun kurungan penjara dan denda 50 juta,"papar, Ketua Hakim H.R. Unggul saat persidangan hari Selasa (3/7).

Putusan hakim ini setidaknya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dody Sukmono yang menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 3 tahun penjara.

"Kami menghormati pendapat majelis hakim. Kami akan mempelajari putusan tersebut, apabila kami rasa bahwa itu memenuhi keadilan masyarakat. Maka sesuai dengan tenggang waktu itu kita punya kesempatan 7 hari untuk menyatakan sikap, apakah kita menerima atau banding," tutur, Jaksa Penuntut Umum KPK, Dody Sukmono pada memojatim usai persidangan.

Disinggung apakah akan ada terdakwa lain dalam kasus suap yang menjerat Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko dan (Plt) Dinkes Jombang, Inna Silestyowati terkait kasus suap tersebut, KPK masih mendalami fakta-fakta persidangan.

"Kami akan mempelajari putusan secara lengkap dulu, berkaitan dengan fakta-fakta persidangan."pungkasnya. (rief)

Posting Komentar