Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : petugas Polsek Sedati saat menujukan pelaku dan barang bukti hasil penipuan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Berdasarkan adanya laporan bahwa telah terjadi penipuan di kawasan Terminal II Bandara Juanda pada hari Minggu (22/7/3018) lalu. Polsek Sedati berhasil membekuk pelaku Senna Isnu Wardana (23) warga jalan Jomblang Barat No 61-B RT03 RW05, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Semarang.

Kronologis penipuan itu berawal saat korban Nelson Tenbak (26) warga jalan Mambruk RT.15 RW.09 Kwamki Narama, Timika, Papua, pada hari Sabtu 03 Maret 2018 sekitar pukul 17:00 wib. Korban bersama tiga orang temanya tiba di Terminal I Bandara Juanda rencana akan terbang ke Papua melalui pesawat Sriwijaya Air. Kemudian datang pelaku dengan menawarkan tiket pesawat yang harganya lebih murah.

Kapolsek Sedati AKP Hardyantoro melalui Kasi Humas Polsek Sedati, Aiptu Zainal Arifin menyampaikan, dengan akal bulusnya pelaku mengajak korban ke Terminal II menggunakan Bus Damri untuk membeli tiket melalui kakak pelaku.

"Pelaku beralasan kalau kakaknya bekerja di terminal dua dan bisa mendapatkan tiket lebih murah. Selanjutnya korban diminta menyiapkan uang Rp. 5.700.000,"terang, Aiptu Zainal Arifin pada memojatim hari Senin (30/7) di Mapolsek Sedati.

Masih lanjut Aiptu Zainal, pelaku bukan hanya meminta uang saja tapi juga Hp korban, karena semua identitas korban tersimpan di Hp nya akhiranya korban memberikan Hp Oppo Type F1s miliknya ke pelaku. Namun, saat korban meminta untuk ikut pelaku menolak dengan alasan apabila korban ikut harga tiket lebih mahal.

"Korban menuruti permintaan pelaku. Setelah ditunggu selama 3 jam pelaku tak kunjung datang, baru korban sadar kalau dirinya jadi korban penipuan."ungkapnya.

Dihadapan petugas pemuda asal Semarang ini mengaku telah empat kali berbuat yang sama dengan lokasi T 1 dan T 2 Bandara Juanda.Sementara atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 10 juta dan pelaku beserta barang bukti yang diamankan petugas berupa 1 buah Jam tangan merk D&W, 1 dus book hp oppo F1s warna gold, 1 buah ID Card.

"Pelaku terancam dengan pasal 378 Jo pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan."tegasnya. (rf)

Posting Komentar