Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kasi Binadik dan Giatjah, Ahmad Nuri Dhuka saat pelaksanaan. (Saiful Ikbal,memo)

Mojokerto-Memo. Lapas kelas II B Mojokerto, Jawa Timur menggandeng 
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Mojokerto untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Mojokerto pada hari Selasa (17/7/2018).

Kerjasama ini sebagai upaya Lapas kelas II B Mojokerto untuk meningkatkan pelayanan dalam menjaga kesehatan bagi warga binaan. Dari sekitar 700 orang warga binaan hanya 30% yang memiliki kartu kesehatan.

Kepala Lapas Mojokerto, Muhammad Hanafi melalui Kasi Binadik dan Giatjah, Ahmad Nuri Dhuka menuturkan, kerjasama dengan BPJS Kesehatan ini, untuk memaksimalkan layanan kesehatan di lapas.

"Dari lebih 700 warga binaan hanya sekitar 30% yang memiliki kartu kesehatan. Hal itu menyulitkan untuk melakukan rujukan ke rumah sakit bila ada warga binaan yang sedang sakit," tutur, mantan Kepala Keamanan Lapas Kelas II A Delta Sidoarjo ini pada memojatim hari Selasa (17/7).

Masih lanjut Dhuka, upaya peningkatan pelayanan terus dilakukan sebagai bentuk pengabdian di Lembaga Pemasyarakaran Mojokerto setelah menggandeng Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto kini menggandeng BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto. Dari hasil kerja sama ini warga binaan yang tidak memiliki kartu kesehatan akan memiliki kartu kesehatan.

"Warga binaan akan dibuatkan kartu kesehatan bersama BPJS secara kolektif."pungkasnya. (si/rf)

Posting Komentar