Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Lima terdakwa saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di Jl. Raya Juanda Sidoarjo. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang kasus korupsi proyek pembangunan Track Extrem (Jalur Ekstrem) Kabupaten Sidoarjo, Lima terdakwa kembali disidangkan. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo itu, Jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman penjara masing-masing dengan tuntutan yang berbeda pada hari Senin (2/7) di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, di jalan raya Juanda, Sidoarjo.

Dalam pembacaan tuntutannya, Lima terdakwa dinyatakan terbukti dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi serta menguntungkan diri sendiri atau secara  pribadi dalam proyek yang dialokasikan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 itu.

"Terdakwa secara bersama-sama melawan hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek Track Extrem yang menggunakan anggara APBD tahun 2015,"urai, JPU Kejari Sidoarjo, Wido Utomo dalam persidangan hari Senin (2/7).

Sidang kasus perkara korupsi jalur sepeda Ekstrim Kabupaten Sidoarjo yang menyeret 5 orang menjadi terdakwa yakni, Mulyadi (46) Mantan Sekertaris Disbudpar Sidoarjo, H. Usman (CV. Sinar Cemerlang), Hadi Purtanto rekanan, Denni (34) rekanan dan Sumartono (53) selaku konsultan tersebut. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelum menyampaikan tuntutannya JPU juga menyebutkan hal baik terdakwa Mulyadi dan terdakwa lainya selama mengikuti proses hukum berlangsung. Salah satunya dengan mengembalikan kerugian negara senilai Rp.160 juta rupiah serta koperaktif.

"Hal yang bisa dibuat pertimbangan dalam persidangan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar 160 juta rupiah, selain itu terdakwa juga mempunyai ketanggung keluarganya."terang, tim JPU Kejari Sidoarjo, Wahid dalam membacakan dalil pertimbangan.

Masih lanjut Wahid, Dalam hal ini tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo menuntut terdakwa mantan Sekertaris Disbudpar Sidoarjo, Mulyadi dengan tuntutan 2 tahun penjara, denda 50 juta dan subsider 4 bulan. Sedangkan terdakwa Denny dan Hadi Purtanto di tuntut 2 tahun penjara, denda 50 juta dan subsider 3 bulan.

Sementara untuk terdakwa H. Usman dan Sumartono, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo menuntut masing-masing 1,6 bulan dan harus membayar denda 50 juta subsider 2 bulan.(rif)

Posting Komentar