Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Sugito (pakai kaca mata) usai diperiksa Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. (Hadi,memo)

Surabaya-Memo. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya terus mendalami adanya dugaan penyelewengan dana Jaringan Masyarakat (Jasmas) 2016 yang menggunaka Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar kurang lebih 12 miliar.

Setelah memeriksa legislator dari partai Hanura anggota DPRD Surabaya, Sugito pada hari Rabu (11/7) kemarin, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya bakal memanggil kembali lima anggota DPRD Surabaya yang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Andhi Ardhani pada media. Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan untuk mengetahui dan memperkuat dugaan penyelewengan dana hibah ini. Saksi terperiksa yang memahami mekanisme kucuran dana hibah lewat jasmas dan menginjak pada anggota DPRD Surabaya, termasuk Sugito.

"Selain Sugito, ada lima anggota dewan lainya yang akan kami panggil,"tutur, Andhi Ardhani usai pemeriksaan hari Rabu (11/7).

Sementara Sugito diperiksa sekitar 4 jam lamanya diruang Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Dalam pemeriksaanya Sugito mengaku, diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana hibah Jaringan Masyarakat (Jasmas) tahun 2016 yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Saya ditanya-tanya masalah Jasmas," terang, Sugito pada sejumlah wartawan yang sengaja menunggu dihalaman Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Saat disinggung lebih detail lagi, siapa saja yang terlibat dalam pusaran penyelewengan dana hibah senilai 12 miliar Sugito enggan menjawab, dan lebih memilih diam sambil bergegas pergi. (hd/mth)

Posting Komentar