Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : mantan Bupati Jombang Nyono Suharli saat diruang sidang Pengadilan Negeri Tipikor. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Mendekati H-1 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada (27/6/2018) Besok, Calon Bupati nomer urut dua yang juga mantan Bupati Jombang, Nyono Suharli, hari ini menjalani sidang perdananya dalam kasus dugaan korupsi dipengadilan tindak pindana Korupsi (Tipikor) Surabaya Jawa Timur, dijalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Selasa (26/6/2018).

Dalam sidang agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto diruang sidang Cakra, menegaskan jika pria yang saat ditangkap masih menjabat Bupati Jombang tersebut didakwa melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Tak hanya itu, dalam pembacaan dakwaan itu, Nyono juga didakwa melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1)KUHP.

"Yang bersangkutan (terdakwa Nyono red) kami dakwa melanggar dua pasal, Pasal 11 dan 12 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan acaman lebih dari hukuman 20 tahun penjara,"ucap, Wawan Yunarwanto Jaksa KPK saat ditemui memojatim usai sidang, Selasa (26/6/2018).

Lebih jauh Wawan mengungkap, jika dalam persidangan pembacaan dakwaan, pihak terdakwa mantan Bupati Jombang tersebut tidak akan melakukan pembelaan atau esepsi pada sidang lanjutan nanti. Hal tersebut disampaikan oleh tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa diruang persidangan.

"Tadi pihak terdakwa dan Penasehat Hukumnya, saat ditanya hakim ketua yakni Unggul Warso Murti mereka tidak akan mengajukan esepsi, jadi pada sidang lanjutan pada Jumat (6/7/2018) langsung pada sidang meminta keterangan saksi dari pihak kami (Jaksa KPK red)," ungkapnya.

Sekedar diketahui, terdakwa Nyono yang saat itu menjabat Bupati Jombang dan saat ini mencalonkan kembali sebagai Bupati Jombang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Jombang Subaidi Muchtar dengan nomor urut 2 itu ditangkap penyidik KPK di Stasiun Balapan Solo pada Februari lalu. 

Dari tangan Nyono, lembaga anti rasuah (KPK) menyita uang Rp 25 juta dan 9.500 dollar AS dalam bentuk pecahan. Selain Nyono, KPK juga mengamankan salah satu kepala Puskesmas Jombang dan Plt kepala Dinas Kesehatan Jombang.

Nyono ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti.

Suap tersebut diberikan oleh Inna agar Nyono, selaku bupati, menetapkan Inna sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif. Total suap yang diberikan kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta.

Meski sudah ditetapkan tersangka, Nyono masih menyandang status Calon Bupati (Cabup) Jombang, sampai ada keputusan hukum yang mengikat atas kasusnya.

Nyono yang juga merupakan ketua DPD Jatim Golkar ini diusung oleh lima partai, yakni Partai Golkar, PKB, PKS, Partai NasDem, dan PAN di Pilkada Jombang 2018. Nyono berpasangan dengan kader PKB Subaidi Muchtar. (rief)

Posting Komentar