Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : barang bukti burung Nuri dan tersangka saat diamankan petugas. (Arief,memo)

Gresik-Memo. Perkembangan jaman dalam kemajuan teknologi kian pesat. Hingga banyak sebagian golongan memanfaatkan sebagai jalur untuk berbisnis. Begitu pula yang dilakukan oleh tersangka AI (36) pemilik toko sembako di jalan Gubenur Suryo No. 118 Kec/Kab Gresik Jawa Timur ini. Namun nasib sial dialami AI sebelum dagangan yang ditawarkan melalui Media Sosial (Medsos) Facebook pelaku laku keburu ditangkap oleh Polisi.

Pasalnya, pada hari Kamis (13/6) tersangka menawarkan hewan satwa yang dilindungi jenis burung Nuri kepala hitam. Hewan ini adalah salah satu hewan yang dilindungi oleh pemerintah hingga dilarang bagi masyarakat untuk memperjual belikan.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro didampingi Kasat Reskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyampaikan, tim Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik berhasil mengukap perdagangan hewat satwa yang dilindungi, dengan modus penjualan melalui media sosial.

"Modus ini tergolong baru. Dulu modusnya menggunakan toko kemudian pakai kurir, tetapi sekarang sudah berubah sesuai perkembangan teknologi,"terang, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro  pada memojatim hari Sabtu (16/6).

Lebih jauh AKBP Wahyu S Bintoro menambahkan, Barang Bukti (BB) berupa satu ekor burung Nuri Kepala Hitam itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepas kembali ke habitat asal.

"Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," pungkasnya. (rif)

Posting Komentar