Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang (tengah) didampingi Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat konfrensi pers. (Arief,memo)

Gresik-Memo. Dua Home Industri garam milik PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA) yang berada di Kabupaten Gresik Jawa Timur, disegel Badan Resort Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dan Polres Gresik. Penyegelan terhadap dua gudang ilegal tersebut, pihak kepolisian menyita barang bukti 40.000 ton garam industri yang disalahgunakan untuk garam konsumsi dan menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang pada memojatim menerangkan, garam industri tersebut didapat PT GSA melalui impor garam dari Australia dan India. 

"garam industri yang seharusnya digunakan untuk pengasinan ikan maupun kebutuhan industri itu dibungkus oleh PT GSA dan dijual sebagai garam konsumsi,"terang, Kombes Pol Daniel Tahi Monang pada hari Rabu (6/6).

Masih lanjut Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, tindakan itu tentu merugikan negara dan konsumen, garam industri yang seharusnya digunakan untuk pengasinan ikan atau kebutuhan industri dibungkus kembali untuk dijual sebagai garam konsumsi oleh PT GSA.

"Kadar Nhcl tinggi sampai 97 persen. Kadar yodiumnya itu hanya 21 hingga 22, padhak kalau sehat itu diatas 30 kadar yodium," terang, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang.

Sementara Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro yang turut mendampingi saat penyegelan tersebut menambahkan, pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni, MA dan GK keduanya diduga orang yang paling bertanggung jawab dalam praktik ilegal itu.

"tentu tidak layak, garam itu seharusnya untuk kebutuhan indstri namun disalah gunakan untuk konsumsi. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka."pungkas, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. (Rif)

Posting Komentar