Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setyawan menunjukan foto terduga pelaku bom. (Istimewa)

Surabaya-Memo. Setelah insiden peledakan tiga tempat Gereja di Surabaya yakni, Gedung Gereja Katholik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Gereja Kristen GKI Diponegoro, Surabaya, dan Gereja Kristen GPPS Arjuna , Surabaya. Kapolrestabes Surabaya besera tim Gegana dan Densus 88 anti teroris menggerebek rumah terduga pelaku peledakan bom.

Penggeledahan berlangsung dramatis, tidak ada satupun petugas yang memberikan keterangan perihal kegiatan penggeledahan dirumah terduga pelaku yang berada di Wonorejo 11 No.14,  Kompleks Rungkut Surabaya. 

Petugas sendiri telah melokalisir sekitar terduga pelaku pengeboman. Sebanyak lima rumah disebelah kiri dan lima rumah sebelah kanan telah dikosongkan. Penggeledahan sendiri dilakukan sejak pukul 18.00 WIB. Dari keterangan warga setempat, pelaku sendiri diketahui tinggal dirumah tersebut sejak tahun 2010.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setyawan menerangkan, setidaknya petugas menemukan bahan-bahan pembuat bom dirumah pelaku. "Ada tiga bom tepatnya, dan sudah diledakkan oleh petugas dan sudah aman namun petugas masih terus bekerja," ungkap, Rudi Setyawan, minggu (13/5/2018) malam dilokasi rumah terduga pelaku.

Lebih jauh Kapolrestabes surabaya memaparkan, jenis bom yang digunakan pelaku memiliki daya ledak cukup tinggi. 
Sebagaimana diketahui, tiga gereja di Surabaya dibom oleh pelaku teror. Bom yang digunakan para pelaku dipasang berbeda. Satu bom dibawa dengan ransel, satu bom diletakkan di mobil dan satu lagi dibawa seorang perempuan beserta dua anak perempuan berusia 12 tahun dan 9 tahun. Atas terjadinya peristiwa peledakan bom di Surabaya, ISIS diduga bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri ini. 

Sementara hingga saat ini dari pantauan memojatim korban peledakan bom terdapat, 13 korban meninggal dunia, 6 diantaranya para pelaku bom bunuh diri. Sebanyak 41 dilaporkan mengalami luka-luka. (ss)

Posting Komentar