Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Rendra Kurniawan saat diamankan petugas. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Pelaku pengujar kebencian terhadap Nabi Muhammad SAW, Rendra Kurniawan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya setelah dilakukan tes kejiwaan di Rumah Sakit Bhayangkara Samsoeri Mertojoso.

Anak dari salah satu anggota DPRD Sidoarjo, Rendra Kurniawan (39) warga Taman Paris Blok B3 No. 33, Perumahan Puri Surya Jaya, Kecamatan Gedangan Sidoarjo itu akan dilakukan pemeriksaan lanjutan mengenai kejiwaannya sejak hari Kamis (3/5/2018) kemarin.

Sementara Ketua Etik dan Hukum RSJ Menur Surabaya, Basuni menyampaikan, 
Rendra Kuriawan akan menjalani dua tahap pemeriksaan oleh tim dokter RSJ Menur. Tahap pertama adalah pemeriksaan psikotes, dalam tahap ini otak tersangka akan direkam secara medis untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan fungsi. Hasil pemeriksaan ini akan cepat diketahui jika pasien kooperatif.

"Rendra dibawa oleh Polda ke kami (RSJ Menur) pada hari kamis siang kemarin, saat itu langsung kami lakukan pemeriksaan fisik. Di sini tersangka nanti akan menjalani visum terkait kondisi psikis, ini sebagai second opinion," tutur, Basuni pada media.

Lebih jauh Besuni menuturkan, nantinya pelaku pengujar kebencian itu juga akan ada pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya yang ikut melakukan tes kejiwaannya.

"Pemeriksaan lanjutan ini, sekedar untuk memastikan hasil diagnosis terhadap pasien, kalau yang memeriksa cuma Polda nanti dipikirnya macam-macam. Jadi ini memperkuat hasilnya nanti, nanti yang berhak menyampaikan juga pihak dokter Polda Jatim," papar, Basuni.

Pelaku dalam kasus pengujar kebencian terhadap Nabi Muhammad SAW. ini nantinya akan menjalani pemeriksaan dua tahap yakni, tahap pertama psikotes, dan tahap kedua adalah observasi perilaku pasien, apa ada kecenderungan bertindak seperti orang tidak waras atau bagaimana.

"Hasil kejiwaan paling cepat dapat diketahui sekitar satu minggu kedepan," pungkasnya.

Selama pemeriksaan, pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini akan menempati sebuah kamar yang ada di ruang Wijaya Kusuma RSJ Menur dengan penjagaan ketat, setiap harinya terdapat dua personil yang berjaga di dalam kamar tersebut. Rendra oleh pihak rumah sakit dilarang beraktivitas diluar kamar kecuali saat pemeriksaan kejiwaan yang membutuhkan bantuan alat kedokteran. (rif)

Posting Komentar