Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro SH. SIK. M. Si., dan pengurus Ponpes Al Ikhlas. (Samsul,memo)

Gresik-Memo. Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro SH. SIK. M. Si., mengahadiri undangan yang digelar oleh Banser dalam rangka Kursus Lanjutan Banser di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhlas Dusun Mulyorejo, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik pada hari Sabtu (12/05/2018) pukul 08:30 wib Pagi. Kursus Lanjutan Banser ini diikuti 125 peserta angkatan 10 Satkorwil Jawa Timur 2018.

Dalam sambutanya Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menyampaikan, 
terimakasih atas undangan dalam acara Kursus Banser Lanjutan serta mengajak bersama-sama untuk melafalkan Alfatihah kepada 5 syuhada Polri yang meninggal dunia dalam insiden kerusuhan di Lapas Salemba Cabang Mako Brimob Polri Kelapa Dua Depok yang dilakukan oleh narapidana teroris.

Di kesempatan ini, kedatangan Kapolres disambut langsung oleh Kyai Alfin Sunhaji selaku pimpinan dan pengasuh Ponpes Al Ikhlas, Agus Junaidi Hamzah selaku Ketua GP Ansor Gresik sekaligus pananggung jawab acara, dan Ridwan selaku Sekretaris Banser Jatim.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menyampaikan, mengajak Banser bersinergi dengan Polri untuk memerangi kelompok radikal dan teroris serta menegakkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa.

"Banser merupakan ormas yang harus terus sebagai garda terdepan untuk menegakkan Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa", tutur, Kapolres Gresik didampingi oleh Kapolsek Panceng.

Masih lanjut Kapolres, adanya kemajuan tekhnologi dan media sosial (medsos) bisa berdampak ancaman kejahatan berdimensi baru, kejahatan cyber, pornografi, munculnya isu sara dan berita hoax sebagai upaya propaganda, agitasi dan provokasi yang harus diwaspadai. Polri sebagai katalisator, sebagai dinamisator dan sebagai negosiator dalam setiap permasalahan yang berujung perdamaian, persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tantangan di era globlalisasi, banser harus mampu memupuk rasa kebersamaan walaupun berbeda beda adat istiadat, suku dan agama, namun harus mampu terus mengawal Bhinneka Tunggal Ika. NKRI harga mati...!!!", pesan Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga mengajak Banser untuk menjadi mitra Kamtibmas serta contoh dan teladan dalam segala hal kepada masyarakat sebagai generasi yang patuh hukum seperti bersepada motor pakai Helm bestandar SNI dan memiliki SIM sebagai syarat berkendara.

Kapolres juga mengajak untuk menjadi generasi yang baik, pembelajar, serta memberantas segala bentuk kriminalitas. Selain itu juga mengajak untuk menjaga stabilitas politik, ekonomi, sosial maupun budaya serta bersama-sama merawat NKRI dengan mengantisipasi dan waspada terhadap teroris yang saat ini direkrut dari generasi muda.

"Mari kita pantau anak-anak kita, jangan jadi generasi yg tidak tanggap, acuh tak acuh dan mari kita bersama-sama untuk menjaga keutuhan NKRI", pungkas Kapolres.

Usai memberikan pembekalan dan mengajak untuk berbelasungkawa dengan mengirimkan doa dan surah Al fatihah kepada 5 syuhada Polri yang meninggal karena insiden di Lapas Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kapolres juga mengajak untuk deklarasi anti Hoax, ujaran kebencian dan isu sara. (ss)

Posting Komentar