Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo :  Tersangka, Muhamad Zainudin sebelum dievakuasi petugas. (Moch Toha,memo)

Sidoarjo-Memo. Naas dialami Muhamad Zainudin (24) warga Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo ini. Pemuda yang tubuhnya dipenuhi tato ini tewas karena dihajar masa. Pasalnya, tersangka Muhamad Zainudin dibuat sansak hidup karena gagal merampas Hand Phone milik korbannya NI di perempatan jalur Alteri Porong. Dalam melakukan aksinya pelaku tidak sendiri, dia bersama rekanya YD (25) yang berhasil lolos dari kepungan masa pada hari Kamis (31/5) dini hari.

Warga yang mendengar jeritan korban tanpa dikomando langsung mengepung pelaku dan menjadikannya sansak hidup.

Kapolsek Porong, Kompol Andrial pada memojatim menyampaikan, modusnya pelaku dengan cara memepet korban, lantas merampas Hand Phone (HP) milik korban sekitar pukul 23:30 wib. Rabu (30/5) malam.

"Tiba-tiba kedua pelaku yang juga naik motor berboncengan berhenti di sebelah kiri korban dengan posisi mepet korban. Saat itu, motor korban dan motor pelaku sama-sama mesin dalam keadaan hidup. Saat itulah pelaku yang dibonceng mengambil HP korban dengan tangan kanannya, hinggga terjadi tarik-menarik. Tapi HP belum lepas dari tangan korban berteriak jambret-jambret," ungkap, Kompol Andrial hari Kamis (31/5).

Teriakan jambret itu, lanjut Adrial menyebabkan warga sekitar berdatangan. Saat itu, pelaku berusaha melarikan diri naik motor ke arah utara. Akan tetapi, korban bersama- sama massa (warga) mengejarnya. Hingga korban menabrak motor pelaku hingga pelaku terjatuh di jalan. Namun sayangnya, pekaku yang dibonceng berhasil melarikan diri. Sedangkan rekan pelaku (joki motor) bersama motor berhasil ditangkap warga. Pelaku yang tertangkap sempat dihajar massa sehingga wajah dan bagian tubuhnya mengalami babak belur. Tidak lama kemudian petugas datang dan mengamankan pelaku.

"motornya dan bukti lainnya (HP) diamankan di Polsek Porong. Untuk pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan medis. Setelah pulih kesehatannya langsung diperiksa petugas," terangnya.

Masih lanjut Kapolsek Porong menambahkan, Pihaknya setelah mengevakuasi korban memeriksa sejumlah saksi dan menggelar olah TKP. Sejumlah saksi yang dimintai keterangan itu diantaranya M Yusuf (37) kondektur bus warga Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Abdul Hadi (30) warga Perum Relokasi Mindi, Dusun Simo, Desa Kesambi, Kecamatan Porong. Disamping itu mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 unit motor Suzuki Satria warna hitam merah berbopol W 5053 QC dan 1 unit Hand Phone (HP) merek Oppo F5 warna hitam.

Sementara untuk pelaku yang berhasil lolos identitasnya sudah dikantongi oleh petugas dan pelaku terancam dengan pencurian yang disertai pemberatan pasal 363 ayat 1.

"Tersangka bakal dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e jo pasal 53 KUHP tentang Tindak Pidana Percobaan Pencurian dengan Pemberatan," pungkasnya. (Mth)

Posting Komentar