Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Terdakwa calon Bupati Jember, Mariya saat diruang sidang. (Moch Toha,memo)

Surabaya-Memo. Kedapatan membawa barang rupanya memupuskan harapan perempuan bernama Mariya Indriyani untuk mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Jember dalam Pilkada 2018 mendatang. 

Pasalnya, perempuan yang tak lagi muda tersebut, diketahui kedapatan membawa narkoba jenis sabu hingga dirinya didudukan sebagai terdakwa dalam perkara kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 4,206 gram. 

Hal tersebut diketahui dalam persidangan yang diketuai Ketua Majelis Hakim Hariyanto, SH. MH., saat menanyakan kepada saksi verbalisan Bripka Agus saat memberi kesaksian.  

"Terdakwa ini merupakan target operasi (TO), kami mendapatkan informasi ia berada di sebuah supermarket, saat kami geledah dalam genggaman tangan kanannya ada tiga bungkus plastik SS," kata Bripka Agus anggota Ditreskoba Polda Jatim, di ruang sidang Kartika II Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Sidang dengan agenda pembacaan keterangan saksi penyidik tersebut sempat berjalan alot,  pasalnya, terdakwa Mariyani sempat menolak dari keterangan saksi penyidik. 



SS yang diamankan Agus seberat 4,26 gram. Setelah itu, penggeledahan dilanjutkan ke rumah terdakwa serta ditemukan dua bungkus plastik diduga berisi sabu dengan berat 3,26 gram beserta pembungkusnya.

Mendengar kesaksian dari anggota kepolisian Polda Jatim tersebut, terdakwa Mariya lantas menolak semua keterangan saksi.

"Keterangannya bahwa kepemilikan sabu itu bukan milik saya yang mulia," elak Mariya di hadapan majelis. 

Saat ditanya terkait jawabannya oleh majelis hakim, Mariya mengaku merasa dijebak oleh seorang DPO bernama Agustinus.

"Saat penangkapan saya sudah bilang bukan barang saya tapi milik Agustinus," imbuhnya. 

Meski demikian,  perempuan yang sempat mendaftarkan diri sebagai calon bupati Jember dalam kontestasi Pilkada 2018 memdatang tersebut, dalam surat dakwaan disebutkan bila terdakwa Mariya membeli barang haram tersebut sebanyak lima bungkus plastik berisi sabu dengan berat 7,52 gram. Akibat perbuatannya ini, ia dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat dikonfirmasi Pengacara terdakwa, Arif, SH,  membenarkan perihal yang menimpa kliennya.  "Memang benar,  klien kami dijadikan terdakwa dalam kepemilikan narkoba seberat 4,26 gram karenanya dia dijerat dengan pasal 112 dan 114 tentang UU Narkotika dengan tuntutan minimal 5 tahun penjara,"  sebut Arif,  pengacara negara yang ditunjuk langsung oleh Ketua Majelis Hakim Haroyanto. (mth)

Posting Komentar