Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kades Wonokupang saat digelandang ke mobil tahanan usai diperiksa. (Istimewa)

Sidoarjo-Memo. Kepala Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Kades Wonokupang, Herry Suryanto ditahan usai diperiksa oleh tim penyedik Pidana Khusus (Pidsus) pada hari Senin (30/4/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sudoarjo, Budi Handaka SH, memaparkan, dalam perkara ini tim penyidik menemukan nilai kerugian negara senilai Rp 277 juta dari dana APBDes sebesar Rp 1,2 miliar itu. Modusnya, selain ada anggaran fiktif atau membuat laporan fiktif juga realisasinya tidak sesuai dengan nilai pertanggungjawaban.

"Kami menahan Kades Wonokupang karena setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan barang bukti. Yang bersangkutan (tersangka) diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan nilai kerugian negara Rp 277 juta," ungkap, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Budi Handaka pada media hari Senin (30/04/2018).

Masih lanjut Budi Handaka mengatakan,
uang yang dikorupsi tersangka adalah uang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan uang transfer dari pemerintah yang masuk dalam APBDes. Modusnya beberapa diselewengkan dan sebagian lagi tidak dilaksanakan tapi tidak semuanya.

"Sebagian besar itu dana APBDes digunakan untuk kepentingan diri sendiri oleh tersangka,"terangnya.

Sementara saat disinggung apakah ada pihak lain yang ikut membantu didalam tindak pidana korupsi tersebut, mantan Aspidum Kejati NTT ini menyampaikan, hasil dari pemeriksaan Bendahara Desa, tidak tahu menahu soal uang yang digunakan Kadesnya. Bendahara tugasnya hanya mencairkan uang APBDes. Kemudian uang tidak disimpan di Bendahara Desa melainkan langsung dibawa Kades.

"Alasan Kades agar uang bisa lebih mudah dipergunakan. Sayangnya digunakan pribadi tersangka bukan untuk peruntukkannya. Sekarang Kades yang ditahan karena bendahara tidak menikmati sepeser pun uang hasil korupsi. Karena Bendahara desa takut sama Kadesnya," paparnya.

Sementara tersangka koruptor Kepala Desa Wonokupang, Herry suryanto saat keluar dari ruang Pidana Khusus (Pidsus) usai diperiksa, selanjutnya digelandang ke mobil tahanan hanya bisa pasrah.

"Wes-wes to rek cukup (sudah to teman - teman cukup)."pungkasnya, saat dicecar sejumlah pertanyan oleh media.

Sekedar diketahui dari rincian tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, kerugian negara Rp 277 juta dengan rincian diantara, untuk pembentukan BUMDes fiktif Rp 9 juta, dana penyertaan modal BUMDes Rp 70 juta tak dilaksanakan, dana PKK seharusnya cair Rp 33 juta tapi realisasinya Rp 25,6 juta serta dana bencana alam Rp 16 juta direalisasikan Rp 1,5 juta. Kemudian pajak Rp 100 juta sama sekali tidak dibayarkan serta pembongkaran gorong-gorong Rp 32,9 juta juga tidak dilaksanakan sama sekali.

Atas perbuatanya tersangka koruptur Kades Wonokupang bakal dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ancamannya 20 tahun penjara. (rif)

Posting Komentar