Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kapolsek Gedangan, AKP Heri Siswoko SH., dan Kanit Reskrim, Ipda Supratman SH., menunjukan pelaku beserta barang bukti. (arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Cepat, Cekatan, dan Profesional itu yang mungkin patut di semaikan kepada unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gedangan. Pasalnya, unit Reskrim yang di komadoi Kanit Reskrim, Ipda Supratman ini langsung tanggap saat ada laporan dari warga tentang kasus yang cukup meresahkan masyarakat dan merusak generasi bangsa ini.

Penangkapan bermula saat ada kabar bahwa akan ada transaksi Pil Double L di Desa Terungkulon, Kecamatan Krian Sidoarjo. Tidak menunggu waktu lama anggota  Unit Reskrim Polsek Gedangan langsung turun ke lokasi yang di maksud. Ternyata benar, di lokasi petugas berhasil membekuk pengedar yakni Novan Argadian (29) warga Terungwetan, Kecamatan Krian, yang kedapatan membawa 18 butir Pil setan.

Kapolsek Gedangan, AKP Heri Siswoko membenarkan anggotanya telah mengamankan pelaku pengedar dan bandar Pil Double L, " dihadapan petugas tersangka barang haram tersebut didapat dari AS dengan harga Rp. 30. 000 ribu," terang, AKP Heri Siswoko pada memojatim hari Senin (23/4/2018) diruanganya.

Masih lanjut Kapolsek Gedangan menambahkan, kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil membekuk pelaku lain yakni, Ahmad Sholikudin (36) warga Terungkulon dan mendapatkan 12 plastik, satu palstik berisikan 1000 butir Pil Double L, satu plastik berisi 257 butir, dan plastik kecil berisi 50 butir Pil Double L, serta uang tunai senilai Rp. 1. 814.000 dan 1 buah Hp Nokia warna hitam juga turut diamankan oleh petugas.

Sementara di waktu yang sama Kanit Reskrim Polsek Gedangan, Ipda Supeatman mengatakan, untuk saat ini pelaku besrta Barang Bukti (BB) telah diamankan di Mapolsek Gedangan.

"atas perbuatanya pelaku terancam dengan Pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sebagaimana dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan, terancam kurungan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp. 1. 5 miliard."tegas, Ipda Supratman pada memojatim. (rif)

Posting Komentar