Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : tiga Pasutri saat digelandang di Mapolda Jatim. (Abdul Latif,memo)

Surabaya-Memo. Tiga Pasangan Suami Istri (Pasutri) Pelaku seks menyimpang dengan cara saling bertukar pasangan atau yang lebih dikenal dengan 'Swinger' di sebuah hotel Waringin Malang, digerebek petugas Unit III Asusila Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Penggerebekan bermula pada 14 April 2018 tersangka ION atau Tri Harso Djoko selaku admin group tersebut mengatur pertemuan dengan anggota komunitas dan berkumpul di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Namun hari itu tidak ada yang datang.

Selanjutnya, istri tersangka menghubungi pasangan SS dan WH warga Lawang Malang. Akhirnya mereka berkumpul di rumah pasangan SS dan WH. Kemudian pasangan AG dan DS juga bergabung di rumah pasangan SS dan WH. Pasangan lain berinisial JK dan PP juga ikut bergabung, namun tak lama pasangan ini kembali pulang.

"Penggerebekan ini kita lakukan setelah kita terima laporan dari masyarakat tentang adanya perilaku seks menyimpang yang dikenal dengan 'swinger' dengan melibatkan pasangan resmi," ungkap, Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Yudhistira Widyawan, pada media hari Senin (16/4/2018).

Para pelaku Swinger ini tergabung dalam grup whatsapp dengan nama Sparkling. Komunitas yang beranggotakan sekitar 80 orang dengan berbagai macam profesi itu harus memiliki buku nikah sebelum menjadi anggota komunitas.

"Itu yang menjadi persyaratan perkenalan lewat grup whatsapp, twitter kemudian janjian ditentukan kapan bertemu untuk masing-masing pasangan. Atas kesepakatan maka mereka akan bertemu melakukan Swinger tersebut," terangnya.

Selama melakukan Swinger, setiap pasangan berhubungan intim dengan pasangan lain dihadapan suami atau istri sah mereka secara bergiliran dalam satu kamar. Diduga para pelaku sama-sama mengidap kelainan orientasi seksual karena tidak ditemukan transaksi rupiah dalam kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini sudah lama dilakukan komunitas, dari pengakuan tersangka sudah sejak tahun 2013 lalu. Berhasil kita gerebek hari Minggu kemarin," tegasnya.

Setelah menemukan tempat sebuah hotel di Malang, pasangan Tri Harso Djoko beserta istri, pasangan SS dan WH serta pasangan AG dan DS pada malam itu melakukan kegiatan Swinger yang berbuntut penggerebekan petugas kepolisian.

"Di lokasi penggerebekan ditemukan celana dalam, kondom dan handphone,"tambah, Yudhistira.

Petugas menetapkan Tri Harso Djoko atau ION selaku admin grup sebagai tersangka. Sementara sang istri serta kedua pasangan yang diciduk hanya sebagai saksi.

Tersangka diduga melanggar pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) perkara tindak pidana dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dengan hukuman maksimal 1 tahu 4 bulan penjara. (al/rif)

Posting Komentar