Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Satpol PP Surabaya menyita Miras dan Oplosan. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Terjadinya peristiwa meninggal dunia Tiga warga Pacar Keling IV, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, tewas setelah diduga menenggak minuman keras jenis oplosan pada hari Sabtu (21/4/2018) malam. Kian membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini marah. Sikap marah itu diluapkan Walikota perempuan pertama itu saat mengikuti pers release hasil ungkap Miras Oplosan di Mapolrestabes Surabaya pada hari Senin (23/4/2018) kemarin.

Sikap tegas untuk menindak peredaran Miras Oplosan diwilayah Surabaya itu ditunjukan oleh petugas penegak perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya yang berhasil menyita ratusan botol minuman keras dan oplosan di beberapa lokasi Rumah musik dikawasan eks lokalisasi Jarak jalan Putat Jaya Gang III A dan IV B Surabaya.

Ditempat itu, Satpol PP Kota Surabaya berhasil mengamankan 1 wanita dan menyita puluhan botol berakhol (mihol) serta peralatan sound sistem berupa salon dan mixer.

"Kegiatan pengecekan hari ini, Kita ingin memastikan bahwa tidak ada kegiatan (rumah musik) apapun yang ada disana (Eks Lokalisasi Jarak)," terang, Kasatpol PP, Irvan Widiyanto beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan laporan masyarakat, dalam pengecekan kali ini, Petugas temukan dua rumah musik yang masih buka beroperasi di eks lokalisasi jarak jalan putat jaya IV B No 19 dan 21 Surabaya dan mengamankan 1 wanita, dan juga menyita puluhan botol minuman beralkhol (Miho) serta peralatan musik berupa mixer dan salon.

"Setelah dilakukan pengecekan dilokasi, kita temukan 2 rumah musik melakukan kegiatan (Buka) dan menyita puluhan mihol serta peralatan musik sound sistem," ungkapnya, saat memimpin jalannya operasi.

Dalam penggerebekan digelar oleh Satpol PP Surabaya bersama Kasat Sabhara dan Kabag Ops Polrestabes Surabaya untuk melakukan pendampingan pengamanan kegiatan, Polisi juga ditemukan puluhan botol minuman beralkhol (Mihol) di dua rumah musik dikawasan eks lokalisasi Jarak jalan Putat Jaya Surabaya.

"Kita (Polrestabes) Surabaya melakukan pendampingan kegiatan Satpol PP Surabaya dalam pengamanan dilokasi (TKP) ," Ujar,Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo pada media.

Ditempat berbeda Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun saat dikonfirmasi terkait peristiwa yang menimpa warganya menyampaikan, dari informasi yang diterimanya kejadian tersebut bermula pada saat ketiga korban pesta meminum minuman keras yang dioplos secara berturut-turut yakni mulai Jumat (20/4) sore, Sabtu (21/4) pagi, sore dan malam.

"Sebetulnya ada empat warga Tambaksari yang meninggal, tapi satu orang karena sebelumnya sudah sakit terus minum miras dan meninggal pada Jumat (20/4)," terang, Camat Tambaksari Ridwan Mubarun saat melihat pemakaman korban miras di Pacar Keling IV, Tambaksari, pada hari Minggu (22/4/2018).

"Kemudian, Pada Sabtu (21/4) malam, mereka pulang dalam kondisi tidak sadar. Satu orang pulang ke rumah dan meninggal pada Minggu dini hari pukul 03.00 dan dimakamkan pukul 12.00 siang ini," ungkapnya, pada memojatim.

Sedangkan dua korban lainnya, meninggal pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 dan dimakamkan pada Minggu sore ini. "Ini warga masih mempersiapkan pemakaman dua warga meninggal itu,"ucap, mantan Camat Rungkut itu.

Saat ditanya jenis minuman keras apa yang dioplos, Ridwan mengaku belum mengetahui secara pasti karena saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. "Ini masih didalami pihak kepolisian," katanya.

Adapun saat ini yang bisa dilakukan pihak kecamatan, kata dia, melakukan pendataan keluarga korban dan membantu pemakaman. 

"Kebetulan anak mereka sudah besar dan hanya satu yang masih SD," katanya. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika ada warga mendapatkan yang menjual minuman keras oplosan yang bisa mematikan, bisa menghubungi Command Center 112 milik Pemkot Surabaya. Biar di tindak lanjuti oleh Satpol PP Surabaya atau langsung ke kantor Polisi terdekat. (rif)

Posting Komentar