Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Rendra Hadikurniawan saat diamankan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Terduga pengujar kebencian terhadap Nabi Muhammad SAW. Rendra Hadikurniawan (39) melalui Media Sosial (Medsos) akun miliknya, pada hari Jumat tanggal (27/4/2018) menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak kepolisian guna mengetahui secara pasti kondisi kejiwaan anak dari anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Demokrat, Nunuk Lelarosanawati.

Sebelumnya, Rendra Hadikurniawan adalah kader partai Demokrat Sidoarjo. Lantaran adanya kasus ini hingga mencuat ke rana hukum akhirnya pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu di berhentikan dari Kader Demokrat. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sidoarjo, Juana Sari.

Pada media Juana Sari menceritakan,  
Rendra Hadikurniawan merupakan anak tunggal dari Nunuk Lelarosanawati salah satu Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kemana-mana selalu mengikuti ibunya.

Namun, dengan perjalanan waktu, Nunuk Lelarosanawati mengalami stroke. Sehingga Rendra Hadikurniawan diduga depresi karena kondisi perokonomiannya melemah akibat banyak pengeluaran untuk pengobatan ibunya.

"Orang sakit kan membutuhkan biaya banyak ya, sehingga kondisi ekonominya juga akhirnya agak melemah. Mungkin hal itu yang menyebabkan mas Rendra terpukul dan menyerang psikologisnya," terang, Juana Sari, hari Jumat (27/4/2018).

Lebih jauh Juana Sari menambahkan, Kami menjaring banyak kader untuk menjadi anggota partai, tentunya banyak tahapan. Pertama warga Indonesia, sehat lahir batin, tidak menjadi ASN dan bukan dari partai politik lain. Nah, salah satunya Rendra tidak memenuhi syarat, sehingga pihaknya bertindak tegas dengan memberhentikanya sebagai kader.

Ditempat yang berbeda, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menampik kemungkinan mantan Kader Partai Demokrat tersebut gila atau mengalami gangguan jiwa.

"Orang gila, kok bisa mengemudi mobil. Saya nggak menyatakan kalau dia (Rendra) itu gila," jelas, Kombes Pol Frans Barung Mangera, seperti yang dirangkum dari beberapa media.

Tentang asumsi bahwa eks kader Demokrat Sidoarjo itu terdapat gangguan kejiwaan juga di mentahkan oleh Ketua RT dilingkungan Taman Paris Blok B 3 No 33, Perumahan Puri Surya Jaya, Kecamatan Gedangan Sidoarjo, Ali Yasin menuturkan, yang bersangkutan sosialnya kepada masyarakat cukup baik. Namun saat ngobrol, bahasannya itu selalu aneh.

"Ia (Rendra) berkata tentang dirinya keturunan minak jinggo, pemilu yang bakal tidak ada, negara akan luluh lantah, akan muncul ratu adil dan itu saya tidak tahu maksudnya," tuturnya, Kamis (26/4/2018).

Saat disinggung apakah yang bersangkutan menderita gangguan jiwa, Ali Yasin memastikan bahwa yang bersangkutan selama ini baik-baik saja. Karena saat interaksi kepada masyarakat seperti biasa. 

"Kalau ansumsinya kejiwaannya tidak normal, kayaknya tidak. Karena selama ini baik-baik saja," ungkapnya. (rif)

Posting Komentar