Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Photo : Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin bersama Kapolresta Sidoarjo, Konbes Pol Himawan Bayu Aji saat pers release pengungkapan tempat produksi Bir Oplosan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Drs Machfud Arifin, menyerukan perang terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) dan segala bentuk narkoba. Atensi tersebut, kian mendapat perhatian khusus dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji. Terbukti pada hari Jumat (27/4/2018) pihaknya berhasil mengukap tempat pengoplos minuman keras jenis Bir di Desa Janti, Kecamatan Tulangan Sidoarjo.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyampaikan, saya perintahkan pada Kapolresta dan Kapolres beserta jajaranya untuk memperketat peredaran Miras Oplosan dan Narkoba.

"Jajaran Polda Jawa Timur perang terhadap peredaran miras yang banyak menimbulkan korban,"tegas, Irjen Pol Drs Machfud Arifin saat gelar pengungkapan home industri miras oplosan di kawasan Desa Janti RT 04 RW 04, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, hari Sabtu (28/4/2018).

Labih jauh Kapolda Jatim memaparkan,
Miras oplosan ini berbahaya, karena bahan-bahan yang dibuat mengoplos sangat dapat menyebabkan kematian. Seperti air alkohol dengan kadar 70 persen, kayu Ndoro Putih, pewarna dan Voam Heding. "Kalau dicampur dengan kayak gini, sangat membahayakan," terang, Kapolda.

Tidak hanya itu, Kapolda Jatim juga memerintahkan agar memperketat penjualan alkohol di apotik serta penjualan miras di wilayah Sidoarjo.

"Saya minta kapolres bagi yang menjual itu diperketat lagi dan mengawasi toko-toko penjual bahan-bahan ini," pintanya.

Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo dalam penggerebekan Home Industri Miras oplosan tersebut menetapkan empat orang sebagai tersangka. Antara lain Moch Saifudin, Wahyudin, Andik Setiawan dan Sutrisno. "Empat tersangka ini terancam maksimal 15 tahun penjara," imbuhnya.

Empat tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, Andik Kurniawan dan Wahyudin melakukan pencampuran bahan oplosan sedangkan Moch Saifudin dan Sutrisno selain sebagai pengoplos, juga sebagai pengedar/pengiriman miras oplosan tersebut kepada pembeli.

Sementara dihadapan petugas pelaku Moch Saifudin (29), warga Desa Blurukidul RT 02 RW 08, Kecamatan Sidoarjo mengaku, ia mengoplos miras tersebut dari pengalamannya saat ikut seseorang di kawasan Rungkut, Kota Surabaya. Dari hasil mengoplos Miras itu pelaku mendapat pendapatan Rp 30 juta setiap bulan

"Dulu pernah ikut orang kayak gini di Rungkut, Surabaya. Dari hasil oplos itu kami mendapat keuntungan 30 juta dan keuntungannya dibagi rata." singkatnya. (Rif)

Posting Komentar