Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ilustrasi

Surabaya-Memo. Apes dialami oleh Obet Arfat (29) warga Desa Punggul, Kecamatan Gedanga Sidoarjo. Pasalnya, tersangka Obet Arfat dibekuk petugas saat belum sempat menikmati uang hasil bisnis haramnya menawarkan korban sebut saja Mawar (26) warga Kesamben Wetan, Desa Driyorejo, Gresik yang tak lain temannya sendiri untuk melayani pria hidung belang seks threesome atau 1 in One (satu perempuan dua laki-laki).

Perbuatan pelaku berhasil diungkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya pada hari Saptu (10/3/2018) sekitar pukul 15:00 wib. Disebuah kamar hotel nomor 212 yang terletak dijalan Diponogoro Surabaya. Modus tersangka dalam menawarkan jasa seks threesome itu melalui jejaring sosial akun Facebook (FB) bernama Rafa Claudio dengan tarif Rp. 500 hingga 700 ribu satu kali kencan.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengungkapkan, tersangka menawarkan korban melalui Facebook dengan nama akun Rafa Claudio dengan status "lagi butuh uang Bos, minat Inbox dan bisa panggilan". Lalu dari postingan tersebut ada yang berminat dan masuk dalam akun tersangka yang menyatakan ingin memboking. Setelah sepakat pelaku ini melanjutkan dengan chat melalui WhatsApp untuk dikirim foto dan tarif.

"Dikamar hotel, tersangka dan korban sudah memboking dan menunggu tamu sambil telanjang dada," ungkap, AKP Ruth Yeni pada media hari Senin (12/3/2018).

Dari ungkap kasus tersebut, petugas mengamankan, satu buah HP, 10 buah kondom, 1 lembar bill Hotel, serta uang tunai sebesar Rp.300.000 yang diduga barang untuk digunakan transaksi bisnis haram tersebut.

"Saat itu juga, ketiganya (pelaku, korban, tamu) diamankan oleh petugas dari unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya dan langsung dibawa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkas, Kanit PPA Polrestabes Surabaya.

Kini tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya terancam dijerat dengan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO atau pasal 296 KUHP dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. (rif)

Posting Komentar