Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : jaringan Uang Palsu (Upal) saat digelandang di Mapolrestabes Surabaya. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Jaringan pengedar uang asli tapi palsu (Aspal) berhasil diungkap oleh jajaran Polres Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Jaringan antar kota ini berhasil dibekuk lantaran dalam melaksanakan aksi jahatnya diwilayah hukum Polrestabes Surabaya. 

Mulanya peredaran uang palsu ini berhasil dibongkar oleh Unit Reskrim Polsek Karangpilang lantas dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya hingga berhasil 
dikembangkan  dan membekuk RS (43), warga Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, ditangkap polisi di Surabaya, atas keterlibatannya dalam peredaran uang palsu senilai Rp2,5 miliar.

Kepada petugas RS mengaku menjual upal kepada SH (47), warga Surabaya. Keduanya bersama 9 tersangka yang lain, diamankan oleh polisi dari tempat berbeda.

"RS menjual ke saya Rp 5 juta dan saya mendapat 319 lembar uang pecahan Rp 100 ribuan," terang, SH didepan media saat digelar diMapolrestabes Surabaya, hari Selasa (27/3/2018).

Rencana pelaku, uang itu akan di edarkan di Surabaya dan tempat lainnya. "Saya mau mengedarkan di Surabaya, kebetulan sudah ada janji sama kenalan. Tapi saat mau transakasi ditangkap,"ungkap, SH.

Sementara Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, saat dibekuk, dalam tas milik SH ditemukan 319 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Sedangkan dari dalam dompet SH ditemukan 2 lembar uang pecahan dollar Singapura palsu.

Ke-319 lembar uang palsu nominal Rp100 ribu tersebut diperoleh SH dengan cara membeli dari RS seharga Rp5 juta. Sementara RS, membeli uang palsu dari BH dan HS. Sedangkan, BH dan HS mendapatkan uang palsu dengan cara membeli dari S dengan harga Rp35 juta.

"Kini Polisi masih memburu dua DPO lainnya yakni RR, asal Sukoharjo Jawa Tengah dan AGS yang saat ini menjalani hukuman di Lapas," ujar Rudi.

Masih lanjut Kombes Pol Rudi Setiawan, tersangka S sendiri mendapat uang palsu dari membeli ke KL. KL sendiri mendapat uang palsu dari A yang menjadi perantara atas suruhan AGS.

Atas perbuatanya kini 11 pelaku jaringan pengedar Upal ini mendekam dalam penjara dan akan dijerat dengan Pidana peredaran uang palsu, sebagaimana dimaksud dalam pasal 245 KUHP Jo Pasal 36 ayat (2), (3) UU RI No. 7 tahun 2011, tentang Mata Uang. (rif)

Posting Komentar