Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : penginapan Bintang Arut. (Mujianto,memo)

Lamongan-Memo.Salah satu untuk menumbuh kembangkan tingkat perekonomian dengan banyaknya dibangun tempat-tempat wisata, baik itu Mall, Hotel atau penyedia akomodasi. Namun, bilamana tidak disertai dengan tertibnya administrasi seperti kelengkapan ijin usaha dan pajak usaha maka itu juga merugikan pemerintah.

Seperti halnya penginapan Bintang Arut yang berada di Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Akomodasi yang mempunyai 10 kamar dengan fasilitas AC, Spring Bed, dan kamar mandi dalam ini diketahui ilegal atau tidak dilengkapi selembar ijinpun. Hal tersebut diketahui setelah petugas berseragam coklat penegak Peraturan Daerah (Perda) itu saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada hari Rabu (21/3/2018) lalu.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan yang datang langsung menyisiri setiap kamar untuk melakukan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dan menuju resepsionis guna menanyakan kelengkapan ijinnya.

Ironisnya, penyedia akomodasi Bintang Arut ini walau sudah beroprasi selama kurang lebih satu tahun tidak bisa menunjukan kelengkapan perijinan usaha.

"Selama kurang lebih satu tahun beroprasi belum pernah mengurus ijin,"akuh, Azis pemilik penginapan Bintang Arut pada memojatim.

Ditempat terpisah pihak Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan juga membenarkan hal tersebut. 

"Bahwa Dinas Penanaman modal dan perizinan kabupaten Lamongan selama ini belum pernah mengeluarkan surat izin baik berupa IMB dan TDUP." tegas, petugas Kecamatan Babat yang enggan disebutkan namanya.

Sebagaimana yang tertuang pada Undang-Undang Bangunan Gedung (UUBG) tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) No 28 tahun 2002. Bagi pengelola pengunapan tanpa ijin resmi akan mendapatkan sanksi denda sampai hukuman kurungan penjara. (an/rif)

Posting Komentar