Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : tersangka pasutri saat diruang sidang. (Moch Toha,memo)

Surabaya-Memo. Pasangan Suami Istri (Pasutri), Ahmad Suryadi dan Jee Sinta, kembali didudukan dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan perkara penyalahgunaan narkoba.

Nampak dalam gambar keduanya menjalani persidangan di ruang pengadilan PN Surabaya dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) asal Kejari Surabaya Chalidah Hapsari,  Rabu (14/3/2018).

Dalam tuntutanya Jaksa Chalidah Hapsari menuntut keduanya dengan tuntutan  hukuman pidana 7 tahun penjara ." Terdakwa I dan II terbukti,  telah menyalahgunakan peredaran narkoba golongan I bukan tanaman, untuk mendapat keuntungan," tegas Chalida di muka persidangan. 

"Menuntut kedua terdakwa dengan pidana masing-masing 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan," imbuh Chalidah saat membacakan nota tuntutanya. 

Mengetahui tuntutan tersebut, Fariji,S.H, selaku kuasa hukum pasangan suami istri tersebut berupaya mengajukan pembelaan (Pledoi) dalam sidang berikutnya." Demi keadilan terhadap klien kami, Kami akan mengajukan  pembelaan yang mulia," tutur pengacara Fariji. 

Perlu diketahui, terdakwa dibekuk anggota Satreskrim Polsek Bubutan di Rumahnya Jl Sememi Gg VI, Surabaya, Sabtu (4/11/2017). Dalam penangkapan tersebut, petugas terlebih dahulu mengamankan terhadap Andreas Yoga dan Onyvia Corda (Berkas terpisah) yang mengaku mendapat (beli) sabu darinya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti sabu seberat 0,15 gram sabu. Sementara terdakwa I, Ahmad Suryadi mengaku membeli sabu dari Cak Mat, warga Jeddih Bangkalan Madura,  Pria yang karib disapa Cak Mat ini hingga berita ini ditulis masih dinyatakan Daftar Pebcarian Orang (DPO).  (ss/mth)

Posting Komentar