Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : tersangka saat digiring usai pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah. (Joko,memo)

Banyumas-Memo. Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah langsung jebloskan ke tahanan dua Kepala Desa (Kades) dan tiga perangkatnya setelah menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi Anggaran Pembelanjaan Desa (APBDes) tahun 2014 hingga 2016 silam, pada hari Selasa (13/3/2018). 

Dua Kepala Desa dan perangkatnya yang terseret Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) itu yakni, Kepala Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Banyumas, SRN dan Kepala Urusan Keuangan (Bendahara), SN, Kepala Desa Krajan, Keacamatan Pekuncen, Banyumas, MUK, Kasi Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan, NCH, serta Sekdes, MUH. kelima tersangka terbukti dan meyakinkan menggunakan anggara APBDes hingga merugikan uang negara ratusan juta rupiah untuk kepetingan pribadi.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, Rina Virawati SH. MH. menyampaikan, 
"Perkara tipikor tersebut berasal dari penyelidikan Intelijen Kejaksaan Negeri Purwokerto, berdasarkan atas pengaduan masyarakat."terang, Rina pada media hari Rabu (14/3/2018).

Dalam proses penyidikan mulanya tim penyidik menahan SN terlebih dahulu, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan kesehatan selama kurang lebih 5 jam lamanya. Tak lama kemudian Kejaksaan Negeri Purwokerto, juga menahan empat tersangka lainya dalam waktu hampir bersamaan.

Atas perbuatanya kelima tersangka terancam dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.  (jk/rif)


Posting Komentar