Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : terdakwa saat dudu dipesakitan. (Moch Toha,memo)

Surabaya-Memo. Jualan soto masih bisa diterima tapi kalau sudah jualan barang terlarang (narkoba), nah, ini yang membikin bahaya alias dipenjara. Setidaknya, hal itu yang menyeret Umi Rochani (46),  perempuan asal Jl Kapasari Pedukuhan Gg IX, Simokerto, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, untuk menjalani proses sidang. 

Dalam persidangan terdakwa mengaku sebagai penjual soto, akibat terpengaruh suaminua ia pun turut mengedarkan sabu,  dan mengaku sering mengkonsumsi serbuk kristal untuk guna menjaga stamina saat berjualan soto. 

Sidang dengan keterangan saksi penyidik, Aiptu Agus Supriyanto menyatakan, dalam penangkapan terdakwa terdapat sedang melayani pembeli."Target kami sebenarnya suami terdakwa, namun saat itu tidak ada dan masih dalam pencarian (DPO). Dan disana terdakwa sedang melayani pembeli," terang saksi Agus.

"Terdakwa mengakui mengetahui aktivitas suaminya sebagai pengedar,  selain membantu suaminya, dari hasil tes urinenya (positive) terdakwa juga pemakai," imbuh Agus.

Atas keterangan saksi, terdakwa tidak membantah pernyataan saksi," iya benar pak Hakim," ucap Ibu dengan empat anak ini.

Namun saat dimintai keterangan, terdakwa mengelak kalau dirinya ditangkap saat melayani pembeli." Waktu itu saya sedang tiduran, tidak melayani pembeli Pak," ujar terdakwa saat dimintai keterangan Hakim Pujo Saksono.

Namun terdakwa mengaku bahwa dirinya sering mengkonsumsi sabu bersama suaminya, guna menjaga stamina." Sekitar satu bulan pak, saya setiap hari jaga warung sampai pagi, makanya biar sehat terus," ujarnya.

Tidak dapat menyembunyikan rasa sedih, terdakwa mengaku sangat menyesal atas perbuatannya, selain dirinya, anak keduanya juga terjerumus dalam lingkaran Narkoba." Anak kedua saya juga ditahan Pak, saat Polisi datang, dia sedang tidur dan disakunya ditemukan pipet," pungkasnya.

Dalam dakwaan, terdakwa dibekuk anggota Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya, Senin (18/12/2017) di rumahnya, dan ditemukan barang bukti dua poket sabu masing-masing seberat 0,32 dan 0,36 gram, timbangan elektrik, pipet dan ribuan plastik klip kosong.

Meski diketahui sebagi pengedar sabu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sjamsu J Efendi asal Kejari Surabaya, menjerat terdakwa dengan pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika jenis sabu.  (mth)

Posting Komentar