Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Puluhan korban penipuan berkedok hunian murah mendaftarkan gugatan ke PN Surabaya. (Istimewa)

Surabaya-Memo. Puluhan korban penipuan yang berkedok hunian murah pada hari Selasa mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Bersama penasehat hukum (PH) nya, Minola Sebayang untuk mendaftarkan gugatan perdata.

Korban penipuan Apatemen Sipoa Melalui Penasehat Hukum memaparkan,
Kasus ini berawal pada 2013 silam dimana Sipoa Group membuat papan reklame yang menyebutkan bahwa pihaknya telah menyediakan sebanyak 10 ribu hunian murah dengan cicilan Rp 500 ribu perbulan.

"Masyarakat pasti akan berfikir, wah ini benar nggak sih Rp500 ribu perbulan? Namun, dengan adanya sosok Bupati Saiful Ilah dalam iklan di billboard, masyarakat jadi tertarik dan menggerakkan orang untuk membeli apartemen di Desa Tambak Oso Sidoarjo tersebut," terang, Minola Sebayang pada media.

Lebih jauh Minola menambahkan, dalam iklan tersebut juga mencantumkan bahwa proyek ini berdasarkan ide dan gagasan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Selain itu, saat launching di Grand City Mall pada 2014 silam, ia (Saiful Ilah,red) juga turut dihadir.

"Bupati diduga mengetahui dan mengenal pengembang. Sehingga bupati mau dijadikan icon promosi untuk menarik perhatian calon pembeli," tegas, Minola Sebayang.

Dengan membawa setumpuk bukti-bukti korban penipuan Apartemen Sipoa mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam daftar surat gugatan dengan nomor 308/PDT.G/2018/PN.SBY ini, Minola mencantumkan sebanyak 14 perusahaan member dari Sipoa Group sebagai tergugat. Selain itu, Saiful Ilah, Bupati Sidoarjo juga menjadi turut tergugat.

"Setelah masyarakat membeli, jangankan dibangun, tiang pancang saja tidak ada. Kalau memang Bupati Sidoarjo tidak mengetahui proyek ini, nggak mungkin sebagai kepala daerah bersedia dicantumkan. Dan sebagai kepala daerah mestinya dia bisa menanyakan perkembangan pembangunan ke pengembang dan juga apa yang menjadi kendalanya," pungkasnya.

Sementara salah satu korban penipuan Sipoa Group ini menambahkan, " korban Apartemen Sipoa bukan hanya puluhan tapi ratusan, ada yang dari luar daerah juga."ungkapnya.

Dalam gugatannya, Penggugat meminta agar pengembang mengembalikan uang yang sudah dibayarkan oleh pembeli dengan nilai bervariatif yang apabila ditotal sejumlah Rp 3,9 miliar. Selain itu juga kerugian inmateriil. (rif)

Posting Komentar