Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kabid Satpol PP Surabaya, Bagus saat pimpin operasi dilapangan dan ratusan botol miras. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Razia penggalakan Rumah Hiburan Umum (RHU) dan Yustisi terus dilakukan oleh Satpol PP Surabaya. Hal itu dilakukan guna untuk meminits terjadinya Penyakit Masyarakat (Pekat), seperti perzinaan, Yustisi, dan Miras.

Operasi gabungan yang melibatkan dari Satpol PP, Polrestabes Surabaya, dan TNI itu berangkat dari Markas Komando (Mako) Satpol PP Surabaya. Iring-iringan mobil dan Truk berjalan mulai pukul 19:00 wib. Menyisiri tempat yang diduga kerap dijadikan untuk bertransaksi miras.

Hal itu terbukti saat petugas gabungan langsung menggeledah tempat Warung Kopi Giras dan Warung Mamin yang berada di jalan Donowati gang 2 No 20 B, dan No 24, Surabaya.

Kasat Pol PP Surabaya, Irvan Widyanto melalui Kabid Satpol PP, Bagus menyampaikan, mulanya kami mendapat info dari masyarakat bahwa ada warung giras yang menyediakan minuman keras tanpa dilengkapi ijin.

"Mulanya dari kedua warung itu kami mengamankan puluhan botol tanggung dan besar berisikan miras jenis Cukrik. Namun, kami lanjutkan ke dalam rumahnya dan ditemukan ratusan botol berisikan Cukrik"ungkap, Kabid Satpol PP Surabaya, Bagus didampingi Kasi Ops, Joko Wiyono saat dilapangan.

Lebih jauh Bagus menambahkan, kegiatan operasi ini adalah rutinitas yang dilaksanakan Satpol PP Surabaya, guna menjaga setabilitas kota dari (Pekat)

"operasi ini adalah kegiatan rutin kami dalam pelayanan terhadap masyarakat agar kota Surabaya bersih dari Penyakit Masyarakat,"pungkasnya.

Dari hasil operasi tersebut ratusan botol miras yang berhasil diamankan sebagai berikut, 205 Botol kecil, 93 Botol besar, dan 47 Jerigen bekas pakai Minuman Berakohol (Mihol). Dan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua pemilik tempat tersebut yakni, Anam dan Pak Di. Telah melanggar, menjual minuman beralkohol golongan C (Cukrik) tanpa dilengkapi izin (SIUPMB). (rif)

Posting Komentar