Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Petugas gabungan saat merazia tempat kos dan hotel. (Witdah,memo)

Tuban-Memo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur. Melaksanakan razia Penyakit Masyarakat (Pekat) pada perayaan Valentine tanggal 14 Februari 2018, petugas gabungan Satpol PP, TNI, Polri merazia sejumlah kos-kosan dan hotel.

Dalam razia itu petugas berhasil mengamankan Empat pasang mesum untuk selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP, dan satu lagi diduga oknum aparat seragam doreng, namun lolos dari razia karena bisa menunjukkan surat nikahnya.

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja, Kabuoaten Tuban, Heri Muharwanto membenarkan atas razia tersebut. Pihaknya melaksanakan operasi Pekat dalam rangka ketertiban umum di momen hari kasihsayang yang kerap disalah artikan. 

"Razia ini sebagai bentuk penegakan Perda Nomor 16 tahun 2014 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum," terang, Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, pada media hari Rabu (14/02/2018).

Lebih jauh Heri Murwanto menambahkan, razia ini sebenarnya telah dilakukan sejak hari Selasa (13/2) malam. Setiap tahun momentum valentine kerap disalah gunakan untuk berbuhubungan intim secara bebas. Mereka yang bukan muhrimnya, bersenang-senang di kos-kosan maupun hotel langganannya. Atas kerjasama semua pihak, sehari ini ada lima pasangan yang terciduk. Dua pasang bisa menunjukan surat nikahnya, sedangkan tiga pasang lainnya karena tak memiliki surat nikah langsung dibawa ke kantor. Sementara satu pasang lainnya terjaring pada malam sebelumnya.

"Jika ada yang terbukti Pekerja Seks Komersial (PSK) akan kita kirim ke panti Kediri," tegas, Kasatpol PP.

Sementara pasangan mesum yang berhasil diamankan masing-masing berinisial, tertangkap di kos-kosan bernama, CYI asal Bekasi berpasangan dengan DJN asal Indramayu. Kemudian SMW asal Kudus berpasangan dengan MAB asal Tuban, MHR asal Tuban berpasangan dengan SFI asal Lamongan, KAI berpasangan dengan LKH asal Bojonegoro, terciduk di salah satu hotel di tepi jalur Pantura.

Masih lanjut Heri, Kalau memang bukan PSK orang tua yang bersangkutan akan dipanggil ke kantor. Apabila sudah tidak punya orang tua, maka kepala desa/lurah atau camatnya akan kami ajak koordinasi lebih lanjut.

Tak hanya itu, pemilik hotel atau kos-kosan yang bersangkutan juga akan dipanggil guna pembinaan. Apabila sering menjadi tempat mesum, pemkab tak akan segan mencabut izinnya seperti hotel di Kecamatan Rengel.

Sementara saat disinggung soal oknum yang diduga aparat yang diperiksa di hotel tempat dilakukannya razia, Kastpol PP, Heri enggan untuk memberikan keterangan. Kebetulan pihak keluarganya bisa menunjukkan surat nikah, jadinya lolos dari razia.

Pantauan di lokasi, oknum aparat tersebut langsung ditangani Polisi Militer (PM). Sekaligus diminta membuat surat pernyataan di atas secarik kertas dengan tulisan bolpoin. (wd/rif)

Posting Komentar