Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, memakai seragam warna orange usai ditetapkan sebagai tersangka. (Sulaiman,memo)

Jakarta-Memo. Lembaga anti rasuah kembali mengukap kasus suap yang terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kronologis Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut berawal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat informasi tentang adanya kutipan terkait dana kapitasi dan Pungutan Liar (Pungli) perizinan yang diadministrasikan oleh Paguyuban Puskesmas Se-Jombang.

Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB, tim KPK bergerak menuju ke Puskesmas Perak, Jombang, dan mengamankan Kepala Pukesmas Perak, Oisatin.
Selain itu, KPK juga mengamankan Kepala Paguyuban Puskesmas, berinisial DR, di rumahnya di Jombang sekitar pukul 10.30 WIB.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menerangkan,  "Tim mendapatkan catatan pengadministrasian dana atau uang kutipan dan rekening bank atas nama yang bersangkutan," ungkapnya, pada media pada hari Minggu (04/02/2018). 

Tidak hanya itu,  tim KPK yang lain juga mendatangi sebuah apartemen di Surabaya untuk mengamankan Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang, Inna Silestyanti beserta keluarganya berinisial S dan A. Dilokasi KPK juga menemukan catatan uang kutipan dan buku rekening bank atas nama Inna yang diduga sebagai tempat penampungan uang kutipan tersebut.

KPK menduga uang suap pemberian Inna bertujuan agar Nyono, selaku bupati, menetapkan Inna sebagai kepala dinas kesehatan definitif.  Total suap yang diberikan kepada Nyono, kata Laode, Rp 275 juta.

"Diduga pemberian uang dari IS ke NSW agar bupati menetapkannya sebagai kepala Dinas Kesehatan karena dia (Inna) masih Plt," terangnya.

Pada hari yang sama, tim KPK  juga mengamankan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko yang akrap disapa, kang Nyono beserta ajudannya bernama Munir di Stasiun Solo Balapan, Solo, sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari tangan Nyono, KPK menyita uang Rp 25 juta dan uang pecahan dollar Amerika Serikat sebesar 9.500 dollar AS. Uang tersebut diduga merupakan hasil uang suap dari Inna.

"NSW (Nyono) dan ajudannya M dibawa ke Jakarta dan tiba di gedung KPK sekitar pukul 21.15 WIB," ujar, Laode.

Lebih jauh Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief menanbahkan, Nyono terancam telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan, Inna sebagai pemberi suap disangka telah melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (sl/rif)

Posting Komentar