Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kadinsos Surabaya, Supomo dan Kepala UPTD Liponsos Keputih, Sugianto. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali tersangkut kasus hukum. Kali ini menimpa Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya Supomo dan Kepala UPTD Liponsos Keputih, Sugianto, keduanya dilaporkan karena diduga telah merampas kemerdekaan orang lain dan melakukan pencemaran nama baik.

Kasus bermula saat sejumlah anggota Satpol PP dan Linmas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaksanakan razia dan menciduk 20 perempuan yang sedang nongkrong di depan warung dijalan Jurang Kuping, Kecamatan Benowo Surabaya, pada 25 Agustus 2017 lalu, lantas dibawah ke Liponsos Keputih. Salah satu dari 20 perempuan itu, Ani Masdianah (29) istri Anto Nurkholis An'amrulloh warga Kandangan Jaya II/42 Kandangan, Benowo Surabaya.

Mengetahui kabar tersebut, Anto menjemput bermaksud menjemput istrinya ke Liponsos Keputih. Namun, upayanya Anto gagal karena tidak menyertakan kelengkapan dokumen. Antara lain surat keterangan dari RT, RW, dan kelurahan setempat.

Selang dua hari kemudian, setelah mengurus surat keterangan Anto kembali lagi mendatangi kantor UPT Liponsos Keputih. Namun, Sial ternyata  istrinya sudah terlanjur dipindahkan ke Kantor UPT Liponsos Kediri, Anto lalu menyusul istrinya ke Kediri.

Namun, lagi-lagi upaya Anto untuk menjemput istrnya kembali gagal. Dikarenakan permohonan penjemputan sang istri kembali ditolak oleh pihak UPT Liponsos Kediri dengan alasan tidak dapat mengabulkan permohonan penjemputan Ani tanpa izin dari UPT Liponsos Keputih Surabaya.

Nah karena merasa tidak mendapatkan keadilan, dan merasa dipimpong oleh Kedua Dinas tersebut (Dinas Sosial Surabaya, dan Dinas Sosial Jawa Timur, red) lantas, pihak keluarga Anto yang mengharap agar keluarganya atau anaknya dapat dipulangkan segera karena diyakini adalah tindakan salah tangkap, namun hanya mendapat tanggapan yang terkesan meremehkan. 

Sehingga pihak keluarganya berinisiatif menempuh jalur hukum dengan melaporkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Surabaya, Supomo, Kepala UPTD Liponsos Keputih, Sugianto, dan Tini selaku Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kediri (RSBKW) beserta satu staf nya ke Polda Jatim.

"Istri saya dan 20 perempuan lain diperlakukan seperti tahanan dan dijaga ketat," terang, Anton Nurkholis An'Amrulloh pada memojatim, hari Rabu (28/2/2018).

Surat laporan yang tertulis No. Laporan Polisi: LPB/1413/2017/UM/Jatim. Itu baru direspon dan dilakukan pemanggilan pada hari Selasa (27/02/2018) kemarin.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan laporan tersebut. kemarin, ketiga terlapor sudah memenuhi panggilan pemeriksaan. mereka masih dalam status sebagai saksi. 

"Sementara saksi dahulu," pungkas,  Barung saat dikonfirmasi. (rif)

Posting Komentar