Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Hinawan Bayu Aji, dan Satuan Petugas Pengamanan (Satgas PAM) saat tunjukan BB. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Penyelupan narkotika kembali digagal oleh Satuan Petugas Pengamanan (Satgas PAM) Bandara Juanda Kabupaten Sidoarjo. Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,2 kilogram itu berhasil diamankan beserta dua orang pelakunya.

Kedua pelaku yang berhasil diamankan yakni, Deni Saputra (25), warga Dusun Lamkruet, Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Propinsi Aceh dan Nasruddin (33), warga Desa Glumpang, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh.

 Setelah berhasil diamankan oleh Satuan Petugas Pengamanan Bandara, tersangka langsung digiring ke Mapolresta Sidoarjo guna pengembangan lebih lanjut.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji menyampaikan, "Kedua tersangka diancam pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan atau pasal 114 ayat 2 dengan ancaman maksimal hukuman mati,"tegasnya.

Diwaktu yang sama, Komandan Lanudal Juanda Surabaya Kolonel Laut, Bayu Alisyahbana menambahkan, penangkapan kedua tersangka tersebut berawal dari kecurigaan petugas atas barang bawaannya. 

"Saat berada di mesin X-Ray, kecurigaan kami terbukti bahwa di dalam tas tersebut terdapat benda menyerupai kristal," ungkapnya, pada hari Selasa (9/1/2018).

Lebih jauh, Komandan Lanudal Juanda Surabaya Kolonel Laut, Bayu Alisyahbana mengungkapkan, Ketika dilakukan pemeriksaan fisik, kristal yang dibawa dua penumpang pesawat Lion Air jurusan Batam-Surabaya itu ternyata narkoba jenis sabu-sabu. Sabu-sabu yang mereka bawa masing-masing 600 gram dan terbungkus 6 plastik. Masing-masing plastik terdapat 100 gram sabu-sabu.

"Jadi barang bukti yang berhasil kami amankan selain total sabu seberat 1,2 kilogram dari dua tersangka, juga kami amankan uang tunai Rp 2,1 juta, dua buah HP, dua tas rangsel, dua pasang sepatu dan dua tiket pesawat Lion Air jurusan Batam-Surabaya," ungkapnya.

Masih lanjut Komandan Lanudal Juanda Surabaya, dua pelaku ini merupakan kurir, sedangkan pelaku utamanya sudah tertangkap di Bandara Hangnadim Batam sebelum terbang ke Surabaya. 

"Menurut pengakuan tersangka, mereka hendak berkumpul dan menyewa penginapan di Surabaya. Mereka juga mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 4,4 juta dan sudah di DP sebesar Rp 1 juta,"pungkasnya. (rif)

Posting Komentar