Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : tempat esek-esek berkedok Pijat Tradisional (Pitrad) saat digerebek petugas. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Walau sudah resmi ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tempat lokalisasi portitusi terbesar diasia yakni Dolly di jalan Putat Jaya, Surabaya. Tidak membuat pengusaha bisnis lendir lantas kekurangan cara untuk meraup keuntungannya. Pasalnya, Sejak ditutupnya tempat portitusi Dolly, tak pelak seiringnya waktu tempat penyalur birahi yang berkedok panti Pijat Tradisional (Pitrat) dan Massage makin menjamur di Kota Surabaya.

Bahkan tempat mesum yang berkedok Pijat Tradisional (Pitrat) dan Massage ini diduga dan terkesan legal. Hal itu diketahui, hampir disudut kota Surabaya berdiri tempat Panti Pijat Tradisional dan Massage. Namun dalam prakteknya disalah gunakan dengan pelayanan esek-esek, dan sebagian besar tempat penyalur sahwat berlainan jenis ini telah memiliki ijin operasional, walau dalam ijinnya menyatakan Pijat Tradisional atau Massage.

Dugaan tempat portitusi yang berkedok panti Pijat Tradisional dan Massage ini diperkuat saat dilakukan razia gabungan oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek Sawahan, yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton, serta Kasat Binmas, Kompol Sri Andriyani, pada hari Jumat (26/01/2018).

Saat melakukan razia di salah satu tempat massage & resto di Darmo Park, polisi mendapati seorang wanita yang sedang melayani tamu pria. Wanita yang tak lain adalah tenaga terapis ini ditemukan didalam ruangan bersama tamu pria tanpa sehelai bajupun ditubuhnya, hanya dibalut kain handuk saat digerebek kamarnya.

"Kedua pasangan itu akan pemeriksa di Mapolsek Sawahan," terang, Kompol Sri Andriyani saat dikinfirmasi di lokasi.

Di kamar kedua pasangan itu, petugas juga menemukan kondom yang diduga habis dipakai. Selanjutnya, perugas memberi kesempatan kedua pasangan berlainan jenis itu mengenakan pakaian kembali untuk selanjutnya diminta turun dari lantai dua dan masuk mobil petugas.

"Kami akan terus lakukan kegiatan ini (razia), terutama di tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat prostitusi,"tegasnya.

Sekedar diketahui tempat portitusi yang berkedok panti Pijat Tradisional (Pitrat) dan Massage hampir berdiri ada disudut kota Surabaya. Bahkan tempat ini tidak canggung lagi berada ditengah pemukiman warga padat penduduk. (rif)

Posting Komentar