Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan pamerkan tersangka pasutri. (Mahera,memo)

Surabaya-Memo. Lagi-lagi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polrestabes Surabaya bongkar praktik prostitusi online yang menawarkan jasa threesome. Pelaku yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) aksinya dapat dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya saat melayani tamunya dikamar hotel kawasan Surabaya.

Tersangka VR (20) istri dari MMR (24) asal Tambak Wedi Surabaya, Seorang perempuan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Pasalnya, perempuan itu menawarkan suaminya sendiri kepada pelanggan untuk melakukan sex bebas yakni threesome yakni, hubungan badan 2 lawan 1.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menyampaikan, terungkapnya pelaku ditemukannya sebuah akun jejaring sosial yang menawarkan fantasi sex.

"Yang bersangkutan digerebek anggota di sebuah hotel di kawasan Kayoon Surabaya kemarin malam (22/1). Perbuatan ini berawal dari keanggotaan tersangka di sebuah grup media sosial," ungkap, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan pada media hari Selasa (23/01/2018). 

Dia menjelaskan praktik ini berawal dari tersangka VR yang memasang iklan di Facebook bertuliskan 'cari partner threesome bermodal' pada awal bulan lalu. Iklan itu ditulis di grup Facebook bernama 'Fantasi Real of Pasutri'. 

Dari situlah, aksi VR terendus polisi. Unit PPA lantas melakukan penyelidikan lebih mendalam. Senin pagi (22/1), ada seseorang yang mengirim pesan di Facebook Massenger tersangka. 

"Dalam pesan itu, si pengirim pesan tertarik dengan iklan tersebut. Mereka kemudian nego harga," terang, Kombes Pol Rudi Setiawan. 


Masih lanjut Kapolrestabes Surabaya, Tersangka VR kemudian sepakat dengan harga Rp 500 ribu sekali kencan.
VR lantas menentukan lokasi kencan singkat. Saat itu, ketiganya check in sore dan langsung ketemu di kamar. Mereka membooking kamar bernomor 308. Polisi yang melakukan pengintaian, langsung menggerebek kamar tersebut.


Sementara Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menambahkan,
"Pas kami masuk, tersangka VR sedang berada di dalam kamar mandi. Sedangkan MRR, suaminya dan tamunya berada di atas tempat tidur. Mereka baru saja selesei melakukan hubungan badan,"tuturnya.

Lebih jauh Ruth mengatakan, bahwa aksi tersangka VR terendus karena polisi memang sudah mengincarnya sejak lama. Sebab aksinya itu bukan kali pertama, namun sudah keempat kalinya.

"Tersangka ini memang target kami," tegasnya.

Kini atas perbuatannya VR terancam hukuman selama 15 tahun penjara dan baka dijerat dengan pasal 2 Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan pasal 296 KUHP. (mh/rif)

Posting Komentar