Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran saat pamerkan tersangka serta barang bukti. (Hori,memo)

Surabaya-Memo. Geliat prostitusi terbesar di asia yakni Dolly masih menyisahkan bekas. Pasalnya, para pelaku bisnis lendir yang berada dikawasan jalan Putat Jaya dan Jarak atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dolly itu seakan tidak rela tempat usahanya dibinasakan begitu saja, meski sebelumnya telah ditutup secara resmi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Tim unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya berhasil mengukap dan mengamankan sidikitnya Tujuh tersangka yang kedapatan melakukan bisnis protitusi terselubung. Panangkapan ini menyusul setelah menerima informasi bahwa masih ada kegiatan birahi dikawasan tersebut, selanjutnya tim unit PPA Satrekrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan pada hari Minggu (21/01/2018) dini hari.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menyampaikan, bahwa akan menindak tegas siapapun pelakunya bila melakukan bisnis Prostitusi di Dolly. 

"Polrestabes terus melakukan upaya menjadikan dolly bersih dari maksiat. Siapapun yang mencoba menumbuhkan kembali masa kelam akan kami sikat," tegas, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan pada memojatim.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran memaparkan, pihaknya menyisir kawasan bekas prostitusi Dolly. Begitu petugas berada di lokasi dan mendapati ada transaksi trafficking (perdagangan manusia), polisi melakukan penggerebekan di Wisma Borneo yang berlokasi di Jl Jarak Gang Doli. 

"Ini hasil operasi semalam, kita menemukan waktu mereka bertransaksi dan memesan kamar," ungkap, AKBP Sudamiran, pada hari Minggu (21/1/2018) diruang Command Center.

Dalam operasi ini, lanjut Sudamiran, ada dua tersangka dalam kasus trafficking ini, keduanya merupakan muncikari. keduanya juga bertransaksi Rp 250 ribu, dengan rincian Rp 200 ribu untuk melayani pria hidung belang dan Rp 50 ribu untuk sewa kamar. 

"Kami juga mengamankan dua orang saksi dan tiga orang wanita merupakan korban," imbuhnya.

Tujuh orang yang diamankan petugas yakni, dua orang muncikari, Basuki (29) dan Tasripin (39), dua orang saksi AA (35) dan RB (19) asal warga Surabaya. Sedangkan tiga wanita yang ikut diciduk merupakan korban alias wanita penghibur (PSK), yakni HDY (37), LK (42) dan YS (29). (hr/rif)

Posting Komentar